“Hidup Rajin”

“Hidup Rajin”

Renungan Harian Anak, Jumat 18 Juni 2021

Amsal 6: 9-11, Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?  “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” — maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Haloo adik adik elohim kids… Gimana kabar kalian hari ini? Kakak berharap kalian yang ada di rumah selalu dalam keadaan yang baik ya, dan senang rasanya bisa menyapa adik adik yang ada di rumah hari ini.  Hari ini kita mau kembali mendengarkan renungan firman Tuhan. Kakak mau adik adik semua harus fokus mendengarkan firman Tuhan ya..

Raja Salomo adalah seorang Raja yang paling bijaksana di seluruh dunia, dia seorang yang sangat pandai, dia suka memperhatikan kehidupan binatang dan tumbuh-tumbuhan. Raja Salomo menasihati kita agar kita meneladani si semut.

Semut, badannya kecil, ia adalah binatang yang imut, Walaupun imut, badannya kecil, tetapi semut itu adalah binatang yang rajin, dan suka bekerja keras.  Semut tidak pernah duduk-duduk dan melamun, tidur-tiduran dan bermalas-malasan. Coba perhatikan kalau ada semut yang naik ke meja makanmu, pasti ia terus berjalan untuk mencari makanan.  Waktu seekor semut bertemu dengan sebutir gula, ia akan menggotongnya dan dibawanya ke sarang. Semut tentu saja merasa capek juga, apalagi kalau sarangnya jauh, tetapi semut tidak malas, ia tetap membawa makanan itu ke sarangnya yang jauh itu. Lalu kalau makanan yang diangkatnya itu terlalu besar….misalnya potongan roti, ia tidak berkata begini

“ waaaaaaaaaaaaaah makanan ini terlalu besar……berat, malas ah aku, aku nggak jadi mengangkatnya ah….aku cari makanan lain yang lebih kecil aja ah….”  Tidak seperti itu, ia malah pergi memanggil kawan-kawannya, dan mengajak kawan-kawannya bekerja sama untuk memikul roti yang berat itu. Dan kawan-kawannya pun mau
“ Hei teman teman bantu aku mengangkat roti besar di sebelah sana ya….?” kata si semut
”baiklah…..aku pasti Bantu, yook kita ke sana…” kata semut yang lain.

Betapa luar biasa ya semangat si semut itu, semut tidak memikirkan dirinya sendiri, Ia mencari makanan bukan untuk dimakan sendiri, melainkan ia mencari makanan untuk seluruh bangsanya yang tinggal di sarangnya.

Naaah adik-adik, mulai sekarang kita mau belajar rajin seperti semut. Semut sekalipun tidak diperintah untuk bekerja, dia akan mengerjakannya. Setiap orang pasti pernah malas melakukan sesuatu hal didalam hidupnya, tetap adik adik, tidak baik bagi kita, jika kita suka bermalas malasan. Firman Tuhan berkata bahwa orang yang malas

Amsal 12 :27 “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.”

Artinya adik adik, bahwa orang yang malas tidak akan mendapatkan apa apa. Sedangkan orang yang rajin, akan mendapat upah.

Kalian mau pilih mana?? Malas atau rajin?? Adik adik, yuk kita memilih untuk selalu rajin, entah itu kita mulai dari bantu mama bersihkan rumah, cuci piring, atau apapun.

Karna orang yang rajin adalah orang yang dikasihi dan disayang semua orang. Dan Tuhan Yesus juga sangat senang, kalau melihat adik adik elohim kids rajin rajin semua. Tetap semangat adik adik, ingat, kita mulai untuk hidup rajin.

Ayat hafalan

Amsal 6:6  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

Komitmen

Tuhan, mulai sekarang aku mau komitmen untuk memiliki sikap yang rajin, tanpa harus diperintah dan disuruh suruh, tolong aku Tuhan, berikan kekuatan supaya aku mampu melakukannya.

Tuhan memberkati

YG – IFM

“TETAP HIDUP DIDALAM KRISTUS”

“TETAP HIDUP DIDALAM KRISTUS”

Renungan Harian Youth, Jumat 18 Juni 2021

Syalom rekan-rekan youth, kiranya rekan-rekan semuanya dalam keadaan sehat dan baik semuanya … Amin.

Rekan-rekan pernah ga makan ikan asin? Ya sebagai orang Indonesia tentunya Sebagian besar kita pernah makan ikan asin. Nah rekan-rekan tahu ga kalian bahwa ikan asin ini ternyata bukan ikan segar yang langsung didapat dari laut kemudian dimakan tetapi ikan asin adalah hasil dari proses pengawetan dengan penambahan garam. Dan yang menarik tahukah rekan-rekan bahwa sebenarnya daging ikan laut itu sebenarnya tidak asin? Memang, secara logika, ikan laut seharusnya asin karena air laut yang asin. Tapi mengapa ikan laut tidak asin? Ternyata ikan mampu memisahkan garam dari air laut yang masuk dalam tubuhnya, karena ikan memiliki sejenis sel yang disebut ioncytes di dalam insangnya. Sel tersebut aktif bekerja memompa garam untuk keluar dari tubuh ikan. Karenanya, meski hidup di laut dan meminum air laut, ikan laut tidak asin.

Dari gambaran diatas, sebenarnya sebagai anak-anak Tuhan yang hidup dalam dunia ini namun kita tidak hidup dengan cara dunia namun dengan cara yang sesuai dengan kebenaran Firman Allah.

Yuk kita baca dalam

Kolose 2: 6-7, Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat artinya kita percaya bahwa Yesus telah mati untuk menebus dosa dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal kepada kita. Kita menerima karya Yesus itu dengan iman dan percaya kepada-Nya. Kemudian kehidupan seseorang yang percaya kepada Kristus adalah menjalani kehidupan yang baru yang mencerminkan imannya kepada Tuhan Yesus sesuai dengan apa yang Yesus ajarkan dalam kehidupan kita.

Nasihat Paulus ini berguna bagi jemaat Kolose saat mereka sedang terancam oleh ajaran sesat yang berusaha untuk membelokkan iman mereka untuk tidak sepenuhnya berpaut kepada Tuhan sepenuhnya. “Tidak masalah hidup sebagai orang Kristen tetapi tidak salah juga untuk mengikuti cara-cara dunia” inilah kesesatan yang sedang dihadapi jemaat Kolose pada waktu itu. Namun bagi kita saat ini pun, nasihat Paulus penting untuk dipegang karena Yesuslah sumber hidup kita dan dasar bagi kehidupan kita satu-satunya. Marilah kita tinggal tetap di dalam Dia.

Pengakuan Iman harus berbanding sejajar dengan perbuatan

Ayat diatas mengajarkan kehidupan yang bersekutu di dalam Kristus. Perbuatan setiap orang percaya seperti cermin Kristus, apa yang dilakukannya harus sesuai dengan imannya kepada Tuhan Yesus. Adakah kehidupan kita sudah menjadi cerminnya Kristus? Dengan kata lain orang lain bisa melihat keberadaan Tuhan dalam kehidupan kita.

Rasul Paulus memberikan penjelasan yang rinci mengenai Ciri-ciri orang yang hidup bersekutu di dalam Kristus

Pertama, membangun hidupnya dengan dasar yang teguh.

Dasar yang teguh itu adalah berakar atau tertanam kuat di dalam tanah atau fondasi yang tertancam sangat dalam sehingga kukuh berdiri. Dasar yang teguh itu ada di dalam Kristus sendiri. Dia membangun dasar hidupnya yang teguh di dalam Kristus bukan materi atau uang atau hal-hal duniawi lainnya.

Kedua, bertumbuh dengan dasar yang teguh.

Seperti pohon yang berakar kuat, batang dan dahan-dahannya bertumbuh semakin tinggi dengan akar sebagai penopang yang kuat. Begitu juga orang yang hidupnya bersekutu di dalam Kristus. Dia bertumbuh semakin dewasa dengan topangan atau fondasi yang kuat di dalam Kristus.

Rasul Paulus memakai gambaran pohon yang memakai akar untuk mencari makanan dari dalam tanah, demikian pula hidup kita harus berakar di dalam Yesus Kristus. Artinya, Yesus adalah sumber utama kehidupan kita, darimana kita memperoleh makanan baik bagi tubuh maupun bagi kerohanian kita.

Ketiga, dia semakin menaruh kepercayaan kepada Kristus.

Yesus juga digambarkan seperti sebuah batu fondasi yang menjadi tumpuan dari sebuah bangunan. Artinya, sebagai orang percaya kita harus mendasarkan hidup kita di atas Dia. Setiap keputusan dalam hidup, perilaku, dan cara berpikir kita harus sesuai dengan Kristus karena Dia adalah dasar hidup kita.

Hidup yang semakin bertumbuh dewasa tentu tidak lepas dari berbagai badai. Kesulitan dan penderitaan pasti terjadi. Selain dasar atau fondasi yang kuat, Rasul Paulus juga mengajarkan untuk semakin besar menaruh kepercayaan kepada Kristus. Dengan demikian, di tengah badai sekalipun, hidup tidak akan roboh melainkan tetap kukuh berdiri. Bersekutu dengan Dia berarti juga mempercayakan sepenuhnya hidup itu ke dalam tangan Kristus.

Keempat, Hendaklah hatimu melimpah dengan ucapan syukur

Bersyukur selalu menjadi orang yang hidup bersekutu di dalam Kristus. Bersyukur udahlah ungkapan Iman kita didalam Tuhan, dalam segala keadaan kita percaya bahwa Tuhan itu baik, Sehingga dalam segala tantangan yang kita hadapi hati kita selalu melimpah dengan ucapan syukur.

Yuk rekan-rekan kita mau belajar bersama dalam kehidupan kita hal-hal diatas, jangan kita menjadi serupa dengan dunia ini, walaupun kita ada dalam dunia ini kita ada bersama dengan saudara kita, menjadi cermin Kritus dan munculkanlah karakter Kristus. Hidup didalam dunia tidak berarti harus sama dengan cara dunia ini bertindak.

Teruslah bertumbuh dalam iman kita, jangan pernah mau untuk kendor dalam iman kita, dunia akan terus berusaha mempengaruhi kita, jika kita tidak memutuskan untuk memperteguh Iman kita kepada Tuhan lambat laun kita bisa terseret dengan arus dari dunia ini.

Kiranya Roh Kudus menolong kita semuanya

Komitmenku hari ini

Aku mau dengan sadar membawa diriku untuk bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus, karena dunia juga sedang menarikku untuk mengikutinya maka aku harus semakin erat berpegang kepada Yesus

YNP – TVP

Elohim Radio @ Spotivy #30 BeTe

“Kebetulan atau Bukan”

“Kebetulan atau Bukan”

Renungan Harian Jumat, 18 Juni 2021

Bacaan : Roma 8:28

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Shalom bapak, ibu dan saudara sekalian yang terkasih dalam Tuhan.  Semoga kira selalu ada dalam pemeliharaan Tuhan dan senantiasa menikmati kesehatan.  Dalam buku More of Paul Harvey’s: The Rest of The Story, Paul Harvey menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 1 Maret 1950, Hari itu, latihan paduan suara dimulai Pukul 19.30 malam. Nyonya Paul adalah dirigen paduan suara West Side Baptist Church, Beatrice,  Nebraska. Anaknya, Marilyn, adalah pianis  paduan suara tersebut. Sebelumnya, mereka tidak pernah terlambat datang untuk berlatih. Namun, entah mengapa, hari itu Marilyn tertidur sehingga untuk pertama kalinya mereka terlambat. Hal yang sama juga terjadi pada 18 anggota paduan suara West Side Baptist Church. Jadi, pada hari itu, segenap anggota paduan suara tersebut terlambat datang. Tidak seorang pun datang pada Pukul 19.30 malam. Hal aneh bin ajaib ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dan, tahukah Anda apa yang terjadi? Tepat Pukul 19.30 malam, pipa gas yang terdapat di ruang bawah tanah West Side Baptist Church  bocor dan tersulut pemanas ruangan sehingga  memicu ledakan yang meluluhlantakkan gereja tersebut. Pemanas ruangan tersebut berada tepat di bawah tempat latihan paduan suara. Beruntung, lokasi itu kosong karena semua anggotanya terlambat datang.   

Ketika membaca kisah di atas, apakah bapak, ibu dan saudara sekalian menganggapnya sebagai sebuah kebetulan? Bapak, ibu dan saudaraku yang terkasih, ketahuilah,

bahwa didalam Tuhan tidak ada yang disebut kebetulan di dunia ini. Sebagai orang percaya, setiap orang yang kita temui, setiap peristiwa yang harus kita lalui memiliki maksud dan tujuan tertentu. Mungkin, saat itu, kita tidak memahaminya, tetapi, percayalah, suatu hari kita akan memahaminya, kita akan memahami makna yang ada di balik hal tersebut. 

Di tengah susah dan beratnya hidup ini, kita perlu tetap belajar menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita (Ulangan 31:6).  Dalam salah satu terjemahan Alkitab yang lain,

Roma 8:28 tertulis demikian; “Dan kita tahu bahwa bagi orang-orang yang mengasihi Allah, segala sesuatu turut menghasilkan kebaikan, bagi orang-orang yang terpanggil menurut rencana Allah.”  

Tetaplah Percaya kemahakuasaan-Nya akan tetap menyertai anak-anak-Nya.  Inilah hal yang harus selalu kita ingat, syukuri dan tertanam dengan sangat dalam di dalam setiap hati kita.  Memang kita kerap “tidak melihat” tangan Tuhan beserta kita, tetapi bukan berarti Tuhan tidak beserta kita.    

Jadi bapak,ibu dan saudara sekalian, jika hari ini kita mengalami hari yang baik, bersyukurlah. Tuhan ingin kita menikmati semua kebaikan dan karunia-Nya. Namun, jika kita harus melalui hari-hari yang buruk, percayalah, ada hikmah yang bisa kita ambil dari hal itu, Dia ingin kita belajar sesuatu. Tuhan ingin kita bersandar kepada-Nya sepenuhnya agar ketika kita menghadapi nasib baik atau buruk, kita bisa mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada yang disebut kebetulan di dunia ini.

Ingat!!! Kemahatahuan Sang Raja membuat-Nya mengerti dan mengetahui apa yang terbaik bagi kehidupan setiap kita, sehingga kehidupan kita pastinya sudah sudah direncanakan baik adanya (Yeremia 29:11). 

Amin.

Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

DS