Mengapa Ada Virus Corona?

Mengapa Ada Virus Corona?

Renungan Harian Anak, Selasa 22 Juni 2021

Ayat Bacaan           : 2 Korintus 12 :2-10

Shalom Elohim kids,apa kabarnya hari ini?kiranya adik-adik semua dalam keadaan sehat dan selalu ada dalam lindungan Tuhan.

Hari ini judul renungan kita yaitu “Mengapa Virus Corona Ada?” mungkin pertanyaan ini sering timbul dalam pikiran adik-adik ya. Seperti yang adik-adik rasakan sekarang bahwa efek dari virus corona ini, adik-adik harus belajar dari rumah, bahkan orang tua juga masih banyak yang harus bekerja dari rumah dan sangat sulit untuk bepergian keluar kota ataupun keluar negeri dan hal tersebut sangat merugikan orang tua untuk melakukan pekerjaannya. Sehingga berdampak kepada adik-adik yang harus di batasi dalam penggunaan uang untuk membeli mainan yang adik-adik suka. Dan kakak sering melihat dan mendengar kekesalan anak-anak akibat pandemi corona ini, dengan berkata sangat kesal “huuuh semua gara-gara corona”.

Tapi saat ini kakak mengajak adik-adik semua untuk melihat bagaimana pademi ini Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, padahal keberadaan corona sangat merugikan bahkan sering kita dengar dari media sosial maupun media elektronik banyak orang-orang yang meninggal karena terinfeksi oleh virus mematikan ini. Nah kira-kira kenapa ya kokTuhan ijinkan ? Tentunya Tuhan pasti memiliki rencana

Ada seorang rasul yang sangat terkenal yaitu rasul Paulus, didalam pelayannya dan di pakai oleh Tuhan dengan luar biasa, tetapi dalam hidup rasul Paulus mengalami keadaan yang mengganggu dalam tubuh rasul Paulus yang disebut oleh rasul Paulus”duri dalam daging” tentu saja hal itu sangat mengganggu kehidupan rasul Paulus, kemudian rasul Paulus pun bertanya kepada Tuhan dan apa jawab Tuhan untuk kesengsaraan yang di alami rasul Paulus?

Kita akan lihat Di dalam 2Korintus 12:9

“Tetapi jawab Tuhan kepada ku :”Cukuplah kasih karuniaKU bagimu, sebab hanya didalam kelemahanlah KuasaKU menjadi sempurna” sebab itu aku terebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus menaungi aku.

Dari tulisan rasul Paulus dapat kita lihat dan baca bahwa kesesakan,kesukaran,penderitaan merupakan karya Tuhan untuk membawa kita ingat kembali kepada Tuhan dan hidup lebih dekat kepada Tuhan. Bungkin sebelum pandemi adik-adik bisa mendapatkan segala sesuatu dengan mudah,tetapi begitu pandemi melanda banyak sekali kesulitan yang kita rasakan, dari pengalaman rasul Paulus kita dapat belajar untuk dapat menerima keadaan sekarang dengan ucapan syukur kepada Tuhan untuk nafas hidup, keselamatan, perlindungan,kesehatan yang sudah Tuhan berikan buat kita.

Mari kita hidup lebih dekat dengan Tuhan. Lebih rajin merenungkan Firman Tuhan dan berdoa secara pribadi.supaya kuasa Tuhan nyata di dalam kehidupan kita seperti yang terjadi pada kehidupan rasul Paulus

Ayat hafalan

2 Korintus 12 : 9 A :”  Tetapi jawab Tuhan kepada ku :”Cukuplah kasih karuniaKU bagimu, sebab hanya didalam kelemahanlah KuasaKU menjadi sempurna”

 Komitmenku hari ini

Aku percaya kasih karunia Tuhan akan terus menjaga aku, walaupun melawati masa pandemic ini Tuhan selalu memeliharaku dan keluargaku

RS – AEP

“Manusia Istimewa”

“Manusia Istimewa”

Renungan Harian Youth, Selasa 22 Juni 2021

Syalom rekan-rekan youth, gimana kabarnya? semoga rekan-rekan selalu dalam lindungan Tuhan dan selalu antusias mengerjakan semua tanggung jawab, baik sebagai pelajar maupun sebagai pekerja.  Tuhan pasti menolong dan memberkati anak-anak-Nya yang tekun dan mengandalkan Tuhan.

Kata “Istimewa” merupakan suatu kata yang cukup berpengaruh untuk merubah hal-hal biasa menjadi sesuatu yang berbeda dan tentunya lebih baik.

Dalam KBBI, kata “istimewa” memiliki arti sesuatu khas (untuk tujuan dan sebagainya yang tentu); khusus; lain daripada yang lain; luar biasa; terutama; lebih-lebih.  Ada sesuatu yang menonjol dalam kata istimewa bila dibandingkan dengan kata biasa saja.  Contohnya, nasi goreng (katanya) akan menjadi istimewa bila ditambahkan 2 buah telor ceplok diatasnya; Daerah Istimewa Yogyakarta, berbeda dengan propinsi lainnya karena (salah satu alasannya) Sultan adalah gubernur yang tidak dipilih dalam pemilukada, namun menjadi kepala pemerintahan seumur hidupnya.

Di dalam Alkitab, penulisan tokoh yang tercatat didalamnya selalu memiliki tujuan.  Alkitab bahkan tidak hanya menuliskan tokoh-tokoh yang benar dan lurus hidupnya, namun ada juga tokoh-tokoh yang antagonis dan jahat sebagai peringatan bagi kita yang memiliki sifat yang tidak diperkenan Tuhan.  Selain itu ada juga nama-nama yang hanya disebut satu kali, entah itu dalam silsilah maupun di dalam kisah.  Silsilah ditulis untuk sebuah kesinambungan dalam mempelajari keturunan biologis bangsa Israel, kisah ditulis untuk kita mengetahui eksistensi Allah dalam pengalaman-pengalaman hidup orang-orang tersebut pada masa lampau.

Salah satu nama yang hanya muncul sekali dalam daftar silsilah/keturunan di Alkitab adalah nama Yabes.  Rekan-rekan pasti hafal doa Yabes ini bila dinyanyikan.

1 Tawarikh 4:9-10  , Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

Silsilah Yehuda ditutup dengan daftar anak-anak Yehuda: keturunan Peres (ayat 1-20) dan Sela (ayat 21-23). Kisah tentang Yabes muncul (ayat 9-10) karena namanya bermasalah. Keturunan Peres (leluhur Daud) ditinggikan oleh penulis Tawarikh. Namun, nama Yabes (artinya “kesakitan”), bukan nama yang mudah dimasukkan ke dalam silsilah. Itu sebabnya dikatakan bahwa ia lebih dimuliakan daripada saudara-saudaranya (ayat 9). Namanya tidak mengungkapkan karakternya, tetapi proses kelahirannya. Karena itu, kehormatan keturunan Peres tetap terjaga.

Mengapa nama Yabes tercatat di dalam Alkitab?

Yabes lebih dimuliakan diantara saudara-saudaranya! Arti  nama Yabes adalah “Tekanan batin”, karena ibunya saat melahirkan dia dengan kesakitan. Ibunya melahirkan Yabes dengan sengsara. Bagi ibunya, Yabes anak pembawa sial.  Dalam hal ini kita melihat ada sesuatu yang bertolak belakang antara perlakuan ibunya Yabes terhadap apa yang dikerjakan Allah terhadap Yabes.  Allah pun memakai penulis kitab Tawarikh ini untuk memasukkannya di dalam daftar keturunan Yehuda dan menuliskan bahwa Yabes itu dimuliakan diantara saudara-saudaranya.  Apa yang tidak berguna dihadapan manusia dapat diubahkan oleh Allah menjadi sesuatu yang mulia dan berhargYabes adalah manusia istimewa dihadapan Allah. Yabes telah menujukkan kepada kita bahwa berkat dan perlindungan dari Allah tidak datang dengan otomatis, tetapi terjadi sebagai hasil dari penyerahan kita kepada-Nya dan maksud-Nya di dunia ini dan sebagai hasil dari ketekunan kita menjalani berbagai proses hidup yang Tuhan tetapkan untuk kita lewati.

Siapapun yang mendengar renungan ini, Anda adalah orang istimewa, dan Tuhan punya rencana yang luar biasa untuk kita; Sama seperti Yabes, jika kita bertahan dalam tekanan, kita akan ditinggikan oleh Tuhan dan dimuliakan diantara manusia. 

Jika Tuhan tanpa alasan memakai saya menjadi hamba-Nya, Tuhan tanpa alasan bisa memakai siapapun.  Allah sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal dalam hidup kita.

Pastor Rubin Ong

Yabes menjadi tokoh inspiratif dalam hal tekun dan bertahan dalam perjalanan hidup dan doanya. Minggu depan kita akan melihat bagaimana spesifikasi dari doa Yabes sehingga dia dimuliakan dan diberkati oleh Tuhan.

Komitmen:

Aku mau terus berserah kepada Tuhan dalam segala proses hidup yang saya jalani karena saya adalah orang istimewa dihadapan Tuhan.

Amin … Tuhan Yesus memberkati

RM – AC

KRISTEN “katanya”

KRISTEN “katanya”

Renungan Harian Selasa, 22 Juni 2021
Ayat Bacaan : Roma 12:1-2

Orang Kristen yang sesungguhnya adalah orang yang diubahkan, orang percaya yang menghidupi Firman Tuhan. Sekalipun seseorang rajin beribadah tetapi jika tidak diubahkan, maka semuanya akan sia-sia. Jangan sampai kita hanya menjadi Kristen “katanya”. Orang Kristen, tetapi masih suka melakukan kekerasan, dan masih cenderung berbuat hal yang jahat.

Kekristenan itu sebuah proses, dan butuh sebuah perjuangan, seperti tercantum di ayat pokok kita pagi ini

Roma 12:1-2, Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Ini adalah kerinduan Tuhan kepada setiap orang percaya. Setiap orang percaya itu harus mempunyai hidup yang baru.

Tidak cukup hanya dengan percaya dan dibaptis, tetapi juga harus tekun dalam pengajaran, sehingga mempunyai hidupnya diubahkan. Berjuang mengubah kehidupan lama sampai kita mempunyai hidup yang baru, dan yang berkenan kepada Tuhan. Sehingga hidup kita bisa kita persembahkan sebagai persembahan yang sejati.

Ada dua hal yang harus dipersembahkan kepada Tuhan, sesuai dengan Roma 12:1-2 :

1. Tubuh : Persembahkanlah tubuhmu

Kita harus mempersembahkan tubuh kepada Tuhan (Roma 6:13). Tubuh kita ini harus dipergunakan untuk hal yang berkenan kepada Tuhan. Untuk melayani Tuhan bukan untuk menuruti dosa. Paulus berpesan agar jangan kita hidup dalam dosa (Roma 6:2-4,10).

Kita semua telah dibaptis di dalam Kristus, artinya kitapun dibaptis dalam kematian-Nya. Kita dikuburkan, dibangkitkan, dan kita mempunyai hidupyang baru. Sehingga kuasa dosa sudah tidak ada lagi dalam hidup kita.

2. Pikiran : Berubahlah oleh pembaharuan budimu

“Janganlah menjadi serupa…”

Kata “serupa” berarti “menyesuaikan” atau “dibentuk”. Seringkali kita sebagai orang Kristen, kita dibentuk tidak dengan nilai-nilai Kekristenan tetapi oleh pemikiran-pemikiran dunia. Kita harus belajar, apapun kebiasaan buruk orang sekitar kita, kita harus berpegang teguh dalam kebenaran Firman Tuhan.

Kata “berubahlah” berarti “Metamorfosis”, seperti proses ulat menjadi kupu-kupu. Maksudnya adalah perubahan dari dalam. Untuk kita bisa merubah hidup, kita harus mengubahnya dari dalam, bukan dari luarnya.

Perubahan dari dalam ini dimulai dari jiwa kita. Jiwa kita terdiri dari pikiran, perasaan dan keinginan. Pikiran mempengaruhi perasaan dan perasaan mempengaruhi keinginan. Jadi janganlah hidup kita dibentuk oleh hal-hal duniawi. Hidup orang Kristen dibentuk oleh Firman Tuhan. Tuhan Yesus sendiri mencontohkan saat Ia dicobai di padang gurun (Mat. 4:4). Yesus berkata manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Alkitab adalah Firman Tuhan. Saat kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan, Roh Kudus menjadikan Firman itu menjadi rhema atau hidup dalam kehidupan kita.

Dalam pembaharuan budi ini ada 3 hal yang harus kita perbaharui yaitu: Bagaimana kita memandang, bagaimana kita berpikir, dan bagaimana kita bereaksi.

Reaksi kita ditentukan oleh pikiran kita, dan pikiran ditentukan oleh cara pandang kita. Oleh karena itu kita harus mulai merubah cara pandang kita. Saat cara pandang kita benar, pasti pikiran kita benar, dan saat pikiran kita benar maka reaksi kita juga benar. Kita harus punya cara pandang seperti Tuhan Yesus memandang sesuatu.

Efesus 4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia

Saudara/i yang terkasih didalam Tuhan, mari mulai hari ini kita mengambil komitmen kepada Tuhan, untuk tidak menjadi serupa dan sama seperti dunia ini. Tetapi marilah kita menjadi serupa dengan DIA, dengan mempersembahkan hidup kita kepada DIA. Dan saya percaya hidup kita akan penuh dengan sukacita dan hal hal luar biasa yang akan Tuhan kerjakan didalam hidup kita ..

Tuhan Yesus memberkati….

YG