“BERTANGGUNG JAWAB”

“BERTANGGUNG JAWAB”

Renungan Harian Anak, Sabtu 26 Juli 2021

MATIUS 25:14-30

Syalom adik-adik Elohim kids .. sudah siap mendengarkan renungan hari ini … Meminta maaf kelihatannya hal yang sederhana, tapi tak semua orang punya keberanian melakukannya. Jika bagi orang dewasa meminta maaf adalah hal yang sulit, bagaimana dengan anak-anak? Baru-baru ini kisah permintaan maaf dari bocah bernama Zhafran menjadi viral di sosial media.

Cerita bermula ketika Zhafran jatuh dari sepeda dan tak sengaja menggores mobil yang sedang parkir yang ia tabrak. Ia lalu pulang sambil menangis. Merasa takut, Zhafran meminta maaf pada ibunya. Dengan bijaksana, ibunya bertanya apakah ia terluka atau tidak. Setelahnya sang ibu menjelaskan bahwa seharusnya ia meminta maaf pada pemilik mobil, bukan kepada ibunya. Akhirnya, sang ibu pun mengantar kembali Zahfran ke tempat mobil itu berada. Karena si pemilik mobil tidak ada, akhirnya Zahfran menyampaikan permohonan maafnya melalui surat yang ia tulis sendiri. Bahkan, ia juga mencantumkan nomor telepon sang ibu supaya dapat menghubunginya untuk mengganti kerusakan yang ia sebabkan.

Ini isinya:”Maaf ya pak mobil bapak tergores saat sata jatuh dari sepeda. Ini no hp bunda saya: 08138324xxx.. Zhafran,” begitulah kira-kira tulisan yang ditempel oleh Zhafran.

Cerita yang kemudian dibagikan oleh sang ibu secara singkat di Facebook dengan nama akun Condri Fadilaturrohmah ini lalu menuai banyak sekali pujian dari warganet. Mereka sangat mengapresiasi keberanian yang dimiliki oleh Zhafran serta cara sang ibu mendidik anak ini. Mengambil nilai moral dari viralnya cerita tadi, sebagai orang tua kita tentu bisa melakukan hal yang sama.

Dari kisah di atas, Zhafra berani bertanggung jawab atas apa yang menurutnya salah. Itu adalah salah satu bentuk tanggung jawab yang bagi Zhafra harus diselesaikan agar dia tidak terus menerus kepikiran karena kesalahan yang tidak sengaja dilakukannya itu.

Berbicara mengenai tanggung jawab, adik-adik sudah tau belum tanggung jawab adik-adik? Kalau adik-adik yang sudah bersekolah pasti sudah tau kan tanggung jawabnya apa? Mengikuti pelajaran dengan baik dan benar, mengerjakan tugas tepat waktu. Setelah belajar pasti akan diuji lewat ulangan seberapa paham adik-adik dengan pembelajaran yang diberikan guru-guru. Kalau dirumah, adik-adik harus membantu orang tua kita di rumah seperti membereskan mainan kita sendiri, membereskan tempat tidur setelah bangun, mneyuci baju setelah makan, menyapu rumah dan banyak hal lainnya yang bisa adik-adik lakukan untuk membantu orang tua kita. Ketika menerima pemberian dari orang lain juga merupakan bentuk untuk melaksanakan tanggung jawab juga lho adik-adik. Misalnya, kita diberikan baju oleh orang lain, pastilah kita akan menjaga baju itu dengan baik. Atau Ketika kita diberikan uang oleh papa mama kita. Uang itu harus dikelola atau digunaka sebaiknya dan seperlunya agar kita tidak jadi anak yang boros dan uang itu bisa kita tabung untuk kedepannya.

Mendapat pemberian menuntut tanggung jawab dalam merawat dan memanfaatkannya.

Sebab sesuatu diberikan tentu bukan tanpa maksud. Namun alih-alih merawat dengan baik, tak jarang seseorang tidak menghargainya. Ada pula yang hanya mendiamkannya, karena takut risiko: Bagaimana jika yang aku lakukan ternyata keliru?

Belajar dari kisah dalam MATIUS 25:14-30 mengenai Hamba yang baik dan jahat

Hamba yang mendapatkan pemberian satu talenta menyembunyikan talentanya dalam tanah, untuk kemudian dikembalikan kepada sang Tuan saat ia kembali. Ia tidak mengelolanya sebagaimana yang dilakukan hamba yang menerima lima dan dua talenta. Apa alasannya? Ia takut. Bagaimana pendapat sang Tuan atas tindakannya? Marah, karena sang Tuan berharap hambanya mengelolanya dengan tanggung jawab.

Adik-adik Semua yang ada pada kita merupakan talenta, pemberian Tuhan. Menerimanya berarti memiliki tanggung jawab “mengelola” supaya membuahkan hasil bagi kemuliaan Tuhan. Ini tidak selalu berupa materi. Banyak hal seperti bisa berbahasa inggris, jago main bola, bersepda, main basket, main bulutangkis, menari, melukis, bernyanyi dan masih banyak lagi. Talenta juga bisa tentang hal lainnya. Kemampuan menasihati misalnya, beranikah kita menasihati sesama yang kedapatan melakukan pelanggaran? Atau dengan ide yang kita miliki, beranikah kita menyumbangkan ide untuk kemajuan gereja? Jangan-jangan kita lebih suka diam, menimbun talenta itu karena takut risiko. Takut dimusuhi, atau takut repot karena harus ikut mewujudkan ide.

Talenta dipercayakan supaya kita bisa berkarya. Jelas, kita harus mau berjerih lelah bagi Tuhan untuk talenta yang Tuhan beri. Menanggapi talenta dengan sikap takut dan ragu hanya menunjukkan bahwa kita hamba yang meremehkan pemberian sang Tuan.

Ayat hapalan

Matius 25:29 Karena setiap orang yang mempunyai  , kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Komitmenku hari ini

Aku mau menjadi anak yang bertanggung jawab dengan melakukan semua tugas yang diberikan kepadaku dan mau mengembangkan talenta yang sudah Tuhan berikan bagiku.

MEK – YG

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Tuhan Mengabulkan Doa ”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Alat dan bahan untuk aktivitas besok

  • 1 Lembar kertas HVS / Kertas Gambar
  • Kertas Lipat
  • Alat tulis dan Warna
  • Gunting dan Lem

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

“Waspadai para Sanbalat”

“Waspadai para Sanbalat”

Renungan Harian Youth, Sabtu 19 Juni 2021

Syalom rekan-rekan youth, semoga rekan-rekan semuanya dalam keadaan sehat dan baik.

Rekan-rekan Ketika kita berusaha untuk melangkah dan maju, seringkali dan boleh dikatakan pasti ada halangan. Entah itu halangan secara eksternal atau orang-orang dan situasi yang ada disekitar kita maupun halangan secara Internal yaitu keterbatasan dan kelemahan kita sendiri, dan jika tidak diatasi pasti hal-hal tersebut akan menghalangi Langkah maju kita.

Hari ini kita belajar untuk Mewaspadai para SANBALAT … Siapakah Sanbalat?

Nehemia 4:1-2, Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia mengolok-olokkan orang Yahudi. dan berkata di hadapan saudara-saudaranya dan tentara Samaria: “Apa gerangan yang dilakukan orang-orang Yahudi yang lemah ini? Apakah mereka memperkokoh sesuatu? Apakah mereka hendak membawa persembahan? Apakah mereka akan selesai dalam sehari? Apakah mereka akan menghidupkan kembali batu-batu dari timbunan puing yang sudah terbakar habis seperti ini?”.

Kisah diatas adalah penggalan kisah mengenai pembangunan pintu gerbang Yerusalem dan juga bait Suci oleh bangsa Yehuda yang Kembali dari pembuangan dibawah kepemimpinan Nehemia. Meskipun Nehemia sudah mendapatkan ijin dan dukungan dari Raja, tetapi bukan berarti tidak ada penghalang lagi bagi usaha yang dilakukan Nehemia. Ketika pembangunan sedang berjalan, banyak orang di sekitar tempat itu menjadi tidak puas, bahkan ada yang sampai berniat untuk membunuh Nehemia. Salah satu penghalang datang dari musuh bangsa Yehuda ialah Sanbalat. Mereka terus berupaya untuk mengagalkan usaha Nehemia, mulai dari mengirimkan surat untuk ajakan hadir dalam pertemuan bersama tentunya dengan maksud jahat, menyebarkan fitnah kepada Nehemia bahwa Nehemia mau menjadi raja, sampai menyuap orang-orang yang berkuasa dan puncaknya adalah adanya ancaman pembunuhan.

Mungkin ini yang sedang rekan-rekan pergumulkan atau hadapi, ada masalah yang menghalangi Langkah perjuangan kalian. Ayo dari kisah ini kita akan belajar bagaimana NEHEMIA mengatasi masalahnya dan tidak menjadi lemah,

1. Tetap datang kepada Tuhan

Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina (Ayat 4)

Nehemia datang kepada Tuhan menyampaikan segala sesuatunya kepada Tuhan. Ini adalah kunci terpenting yaitu datang kepada Tuhan. Karena Ketika kita mau datang kepada Tuhan disanalah ada kesadaran bahwa diri kita perlu pertolongan Tuhan yang utama, disinilah kita perlu untuk belajar berserah kepada Allah. Kadangkala Ketika menghadapi tantangan bisa jadi kita tenggelam dalam ketakutan dan kekuatiran hingga kita lupa untuk datang kepada Tuhan, kita sibuk mencari pertolongan dari sumber lain.

2. Tetalah Fokus untuk melakukan usahamu dan tetaplah berjuang

Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati. (ayat 6)

Nehemia terus melakukan usahanya, tidak berhenti hanya karena ancaman Sanbalat malah sebaliknya Nehemia melakukan semuanya dengan sekuat tenaga dan dayanya. Dia terus memberikan semangat buat penduduk dan orang Israel untuk terus membangun. Nehemia tetap fokus pada pembangunan yang ada, bagi dia yang terpenting adalah pembangunan tembok dapat segera selesai dibandingkan dengan undangan Sanbalat, ataupun sibuk membersihkan nama baik Nehemia yang difitnah.

Memang perlu untuk “Menutup telinga” dari setiap perkataan “para sanbalat” disekitar kita yang secara negatif berusaha mematahkan semangat kita.

Teruslah berjuang dan berusaha untuk mengerjakan tujuanmu, jangan banyak membuang emosi dan energi untuk mengurusi hal-hal yang sebenarnya tidak penting untuk diurusi.

3. Tetaplah Berhikmat

Sejak hari itu sebagian dari pada anak buahku melakukan pekerjaan, dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju zirah, sedang para pemimpin berdiri di belakang segenap kaum Yehuda (ayat 16)

Walaupun menghadapi tantangan ini, Nehemia dengan segenap penduduk tetap mengerjakan semuanya tidak hanya dengan tulus hati, namun juga dengan hikmat. Nehemia mengatur bangsanya sedemikan rupa sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pembangunan namun juga tetap berjaga dari ancaman musuh.  

Prinsip Nehemia adalah BERDOA dan BEKERJA, keduanya Nehemia kerjakan dan kita melihat bagaimana campur tangan Tuhan membuat setiap pekerjaan Nehemia dan penduduk Israel berhasil.

Rekan-rekan bijaksanalah dalam menghadapi para Sanbalat disekitar kita, mereka yang tidak senang dengan kemajuan dan perjuangan kita. Sadarilah mereka akan dengan mudah mengalihkan fokus kita dan membuat kita menyerah. Karena itu semuanya harus diresponi dengan benar, tidak menyepelekannya namun harus diatasi dengan bijaksana. Mari belajar seperti Nehemia yang tetap fokus untuk menyelesaikan pembangunan bait suci, dan menempatkan kepentingan banyak orang dan apa yang Tuhan kehendaki di atas kepentingan diri sendiri. Percaya bahwa Tuhan sanggup melepaskan kita dari persoalan yang ada dan menjadikan kita para pemenang.

Rekan-rekan PENGHALANG itu PASTI ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Datang kepada Tuhan sebagai sumber jawaban atas permasalah kita yang akan memberikan hikmat untuk kita tetap berjalan dan maju. JANGAN PERNAH MENYERAH ada TUHAN yang SETIA yang selalu menyertai kita mengatasi permasalah yang terjadi

Kiranya Tuhan menolong kita semuanya

YNP – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “PASSION”… apa sih passion itu dan bagaimana kita menjalani passion kita dengan benar … apa dan mengapa akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah digedung gereja jam 06.00 pagi dan tentunya jangan lupa tetap dengan protokol kesehatan

Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

“AMANAT AGUNG TUHAN YESUS”

“AMANAT AGUNG TUHAN YESUS”

Renungan Harian Sabtu, 19 Juni 2021

Markus 16 : 9 – 20

Saudara-saudara kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus kalau hari ini kita masih diberi kesempatan melayani Tuhan dalam beribadah, dimana kita diingatkan kembali akan kemenangan Tuhan Yesus Kristus atas kuasa maut sehingga kita yang percaya kepadaNya sesuai dengan janjiNya kita diberi kuasa kemenangan itu sehingga kita tidak akan binasa oleh kuasa maut tetapi telah memiliki hidup yang kekal bersama Kristus. Namun didalam kuasa kebangkitanNya itu Tuhan mau supaya juga dialami oleh semua orang.

Untuk itu Tuhan telah memberi perintah kepada para muridNya dan kita orang percaya untuk memberitakan Injil KerajaanNya / keselamatan.

KITA HARUS PERCAYA AKAN KEBANGKITAN YESUS (ayat 14)

Setelah kebangkitan Yesus, berita kebangkitanNya langsung tersiar melalui penampakan Yesus kepada Maria Magdalena dan juga kepada dua orang yang dalam perjalanan. Apa yang mereka saksikan dan rasakan itu pula yang disampaikan pada murid-murid Yesus. Namun mereka tidak percaya akan berita itu. (Ayat 11, 13). Bisa muncul pertanyaan mengapa Yesus memberitakan kebangkitanNya langsung kepada murid-muridNya??. Mengapa Yesus menyatakan kebangkitanNya pertama kepada orang lain??  Jawabnya…

  1. Bahwa lebih baik orang-orang yang ada di luar murid Yesus lebih dulu mengetahuinya, sebab jika murid-muridNya yang mengetahui lebih dulu, maka berita yang mereka sampaikan  nantinya akan sulit  dipercayai, karena bisa saja orang lain menganggap murid Yesus  sedang berhalusinasi karena kesedihan.
  2. Karena kebangkitan Yesus menjadi  inti dari iman  para pengikut Yesus, maka sangat penting bagi Yesus benar-benar mempersiapkan murid-muridNya memahami dan mempercayai  dengan baik tentang kebangkitan Yesus. Bahkan murid-murid Yesus memang benar2 teguh meyakini , menyaksikan, melihat dan menggumuli apa yg terjadi pada Yesus, bahwa Yesus telah bangkit dr kematian.

Hal ini menjadi sangat penting, sebagaimana kita melihat bagaimana murid-murid Yesus saja yg telah bersama-sama melayani dengan Yesus memperlihatkan ketidak percayaannya pd hari kebangkitan. Yesus , maka pertanyaannya bagaimana pula dengan kita saat ini, dan bagaimana dengan yang akan datang apakah pengikut Yesus akan tetap memiliki iman yang teguh tentang kebangkitanNya??. Yesus meneguhkan kita sebagaimana dikatakanNya kepada Thomas

Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya. ( Yoh 20 : 29).

KITA HARUS PERGI MEMBERITAKAN INJIL (ayat 15 -16).

Setelah para murid Yesus mempercayai akan kebangkitanNya, maka Yesus memberikan perintah . Disini ada kata perintah “ Beritakanlah “  yang bermakna proklamirkan injil. Kata proklamirkan itu bermakna sebuah kata yang bernada kemenangan. Karena Kristus yang sdh bangkit, menang itu berkuasa atas segala sesuatu yang menyediakan keselamatan bagi semua orang percaya. Dikatakan beritakan  Injil kepada segala makhluk artinya disini kembali ditekankan bahwa berita Injil itu universal, untuk segala suku bangsa bukan untuk orang yahudi saja. Dalam Matius 28 : 19 dikatakan bahwa Kristus memerintahkan kepada murid-muridNya untuk menjadikan segala bangsa menjadi sasaran berita Injil yg bersifat universal , jadi setiap orang percaya punya tanggung jawab atau tugas untuk meneruskan tongkat estafet yg telah dimulai oleh Kristus sendiri seperti yg dilakukan oleh para muridNya (ayat 19-20).

KITA DIBERI KUASA ( ayat 17) tanda menjadi bukti bahwa berita INJIL itu benar .

Allah mengaruniakan tanda kepada orang percaya yang mau memberitakan Injil. Tanda itu berupa kuasa atau kekuatan Allah untuk mengusir setan , berbicara bahasa baru, meletakkan tangan atas orang sakit, dan orang sakit itu sembuh dll. (Ayat 17,18). Tanda-tanda ini tidak akan bekerja  jika tidak ada pemberitaan Injil. Ketika Injil terlebih dahulu diberitakan maka tanda2 ini mengikutinya, menyertainya untuk meneguhkan berita Injil. Ada banyak orang saat ini mengharapkan tanda namun mereka tidak mau pergi memberitakan Injil.

Disepanjang kitab Injil , Yesus memberikan contoh bahwa Dia terlebih dahulu memberitakan Injil barulah Dia melakukan tanda-tanda tersebut, karena dalam pemberitaan Injil ada firman yg disampaikan dan Injil itu kekuatan Allah (Roma 1 : 16) . Dimana firman disampaikan disana menimbulkan iman, iman inilah yang menarik kuasa Allah turun atas manusia.

Oleh sebab itu marilah kita sebagai orang percaya yang percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus pergi memberitakan Injil maka kuasa dan kekuatan Allah akan menyertai saudara dan saya.      

Tuhan memberkati…

EW

IBADAH ONSITE
GPDI ELOHIM BATU

MINGGU, 20 JUNI 2021
JAM 06.00
GEDUNG GEREJA GPDI ELOHIM BATU
JL. DIPONEGORO 125 BATU
(TETAP DENGAN PROTOKOL KESEHATAN)