“MELATIH OTOT”

“MELATIH OTOT”

Renungan Harian Anak, Selasa 08 Juni 2021

BAHAN BACAAN: 1 TIMOTIUS 4:1-16

Syallom adik adik elohim Kids yang di kasihi Tuhan….semua dalam keadaan baik dan sehat yaaa..Sudah Bangun tidur semua kan? Sudah mandi juga belum? Pasti adik adik sudah siap untuk  dengarkan renungan hari ini…kita berdoa dulu yaa….

Adik adik kakak mau tanya nich siapa yang rutin ber olahraga?seperti joging? Main sepakbola, atau berenang?atau mungkin adik adik ada yang bercita cita menjadi olahragawan atau atlet. Wah pasti mulai dari sekarang adik adik sudah berlatih  hampir setiap hari supaya  adik adik bisa meraih cita cita  menjadi atlet. Seorang atlet akan menjaga pola makan dengan  baik, dan berlatih akan menjadi suatu kewajiban, agar kondisi tetap sehat dan pastinya otot otot akan  lebih terlatih.

Sama seperti iman kita, punya otot otot rohani yang setiap hari harus di latih agar otot otot rohani  kita semakin kuat dan tangguh saat menghadapi setiap tantangan yang ada,atau melawan godaan iblis saat merayu kita untuk berbuat dosa.

Bagaimana sich melatih otot otot rohani kiata…ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar otot otot rohani kita selalu kuat.

Yang pertama kita harus selalu makan  makanan yang bisa membuat otot kita kuat, yaitu firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah makanan rohani yang sangat kita butuhkan, untuk menolong kita, menuntun jalan kita, menentukan pilihan pilihan kita. Dengan membaca firman Tuhan setiap  hari akan ada asupan gizi yang baik untuk kesehatan iman kita.

Yang kedua selain karena makanan, otot kita juga membuthkan vitamin tambahan yaitu Doa dan beribadah kepada Tuhan,itu adalah vitamin untuk  rohani kita.

Berdoa dan beribadah kepada Tuhan adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan, dengan berkomunikasi dengan Tuhan maka hubungan kita dengan Tuhan akan semakin dekat sehingga iman kita bertumbuh semakin kuat

Yang ketiga dengan kita latih otot iman kita dengan berani menghadapi tantangan

seperti oleh raga angkat berat, olahraga disini maksudnya saat Tuhan mengijinkan kita menghadapi suatu masalah, Tuhan ingin kita mengambil sebuah pelajaran dari masalah tersebut. Pelajarannya adalah belajar untuk selalu mengandalkan Tuhan untuk menolong kita keluar dari masalah. Saat kita terlatih untuk menhgadapi msalah dengan penyertaan dan pertolongan Tuhan maka Iman Kita akan semakin kuat bukan semakin lemah.

Yux adik adik sama sama dengan kakak untuk  belajar terus melatih otot otot rohani kita dengan tiga cara  tadi. setiap pergumulan yang kita alami asalkan iman kita sudah terlatih dengan baik maka pasti kita bisa melawati dan pasti kita akan menjadi pemenang di setiap masalah atau pergumulan kita

Ayat Hafalan:

 1 Timotius 4:7b-8a Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal.

KOMITMEN KU;

Aku mau setiap hari melatih kekuatan otot otot rohaniku agar iman ku semakin kuat di dalam Tuhan.

      YC – IFM

“Mau Sakit hati Terus?”

“Mau Sakit hati Terus?”

Renungan Harian Youth, Selasa 08 Juni 2021

Ayub 5:2 (TB)  Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.

Hallo rekan-rekan youth yang luar biasa, gimana kabarnya hari ini? saya doakan kiranya kita semua dalam lindungan Tuhan yang sempurna dan selalu punya semangat baru setiap hari.

Rekan-rekan youth, pasti pernah dengar atau melihat air terjun yang sangat besar yang dinamakan Niagara Falls kan? Disitu ada tempat yang disebut Love Canal yakni sebuah kawasan di Niagara Falls, New York, yang pernah menjadi perhatian internasional. Kasusnya merebak dikarenakan keberadaan limbah beracun dari perusahaan Hooker Kimia. Mereka menyimpan produk sampah beracun itu dengan menutup drum-drumnya rapat-rapat dan mengubur jauh di bawah permukaan tanah, dan mengira akan berakhir di situ. Namun awal tahun 1978, hasil investigasi reporter Michael Brown menemukan keberadaan limbah tersebut yang telah mempengaruhi kesehatan warga. Banyak yang mengalami cacat lahir, kematian, dan berbagai penyakit aneh lainnya.

Love Canal – Niagara Falls, New York

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).  Jika limbah adalah sesuatu yang harus dibuang, hal itu bertujuan supaya lingkungan aman dan bersih.  Bayangkan bila limbah beracun yang telah dibiarkan di dalam, justru hal itu membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Begitulah kira-kira akibat dari limbah beracun yang tidak dibuang yang sebenarnya menyerupai hal-hal pahit

Dalam kehidupan kita.  Renungan kita pagi ini berbicara mengenai kehidupan orang-orang muda yang merdeka dari rasa pahit dan sakit hati.  Dan kiranya Tuhan menolong kita untuk hidup dalam kasih Allah yang sempurna.

Mengapa kita tidak boleh sakit hati?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sakit hati dapat dipahami sebagai sebuah keadaan di mana seseorang merasa tidak senang karena dilukai hatinya (dihina, dikhianati, ditipu, dan sebagainya).

Secara psikologis, sakit hati merupakan tumpukan emosi yang terakumulasi dan melibatkan perubahan perilaku dan keadaan fisiologis.  Sakit hati tergolong emosi negatif yang dapat berpengaruh terhadap perilaku individu dan proses pengambilan keputusan. 

Secara jasmani dan pandangan medis saja, sakit hati itu tidak baik dalam diri seseorang.  Sakit hati juga memang tidak bisa dihindari, namun bukan berarti kita tidak bisa mengatasi hal itu.  Tuhan kita adalah penyembuh dan pemulih yang sempurna dari segala penyakit, termasuk sakit hati.

Mazmur 147:3 (TB)  Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Mazmur 34:19 (TB)  TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Betapa Tuhan sebenarnya dekat dengan kita saat suasana buruk dan sakit hati yang bertubi-tubi mempengaruhi emosi kita.  Namun sebenarnya, bagi orang muda, rasa sakit hati juga perlu untuk membangun imunitas dan keseimbangan perasaan kita.  Apakah kita lebih fokus pada rasa sakit hati itu atau langsung fokus pada tujuan Tuhan untuk menguatkan hati kita dan menjadikan kita semakin dewasa dan mengasihi Tuhan.

Seringkali Kita mungkin berpikir bahwa menyimpan sampah berupa sakit hati akan menyelesaikan masalah. Kita terus mempertahankan kepahitan dan enggan untuk melepas pengampunan. Padahal tinggal menunggu waktu, sakit hati itu akan merusak kehidupan. Perlahan tapi pasti sakit hati akan membunuh kita.

Tepat seperti apa yang dikatakan firman Tuhan, “Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.” (Ayub 5:2). Itu sebabnya firman Tuhan telah memberi jalan keluar mengenai hal ini. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kita, demikian pula segala kejahatan. (Efesus 4:31).

Mulai hari ini, jangan lagi kita simpan sampah-sampah sakit hati. Tidak ada untungnya menyimpan sampah. Jika ada hal yang melukai hati kita, entah melalui ucapan atau perbuatan seseorang, selesaikanlah segera dengan hati yang lapang dan kepala dingin. Mintalah pertolongan dan kemurahan dari Tuhan agar Anda dapat dengan ikhlas mengampuni orang yang menyakitimu.  Tuhan sanggup memulihkan setiap hati yang mau berpaut kepada-Nya.

Komitmen kita:

Aku mau di masa mudaku untuk terus hidup dalam kasih Allah dan tidak fokus pada rasa sakit hati yang pernah ataupun sementara aku alami untuk menantikan masa depan cemerlang bersama-sama dengan Tuhan

RM – TVP

“Beban Menjadi Berkat”

“Beban Menjadi Berkat”

Renungan Harian Selasa, 08 Juni 2021

Filipi 1:12-13, Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.

Penyertaan Tuhan yang kita terima sampai saat ini sungguh sangat dahsyat. Kita ada sebagaimana kita ada semua karena kasih karunia Tuhan. Namun, di tengah masa pandemi yang ada seringkali kita bertanya kapankah semua ini akan berakhir ? Saat ini kita akan belajar dari kebenaran firman Tuhan bagaimana rahasia yang mengubah beban menjadi berkat. Sebab kita percaya bahwa kita mempunyai Allah yang hidup dan rancangan-Nya adalah rancangan yang membawa damai sejahtera, sukacita, dan berkat. 

Rasul Paulus menyampaikan ayat filipi 1 ini saat berada dalam kondisi di penjara. Namun di tengah masalah yang dialami, kita melihat respon Paulus dan apa yang dikatakannya kepada jemaat di Filipi, bahwa apa yang terjadi atasnya saat itu justru menyebabkan kemajuan Injil. Sama seperti keadaan yang kita alami saat ini, di tengah-tengah pandemi yang ada tidak bisa kemana-mana, terbatas dalam ruang gerak seperti berada dalam penjara, namun seperti yang rasul Paulus katakan justru dengan keadaan ini kita akan melihat kemajuan Injil diberitakan.

Rahasia yang mengubah beban menjadi berkat :

1. Temukan tujuan Allah dalam kehidupan kita

Filipi 1 : 12a Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku …

Artinya Tuhan mempunyai tujuan luar biasa saat Dia mengijinkan suatu proses terjadi atas setiap kita, sebab kita percaya bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan yang indah dan luar biasa.

Yesaya 55 : 8 – 9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Saat proses terjadi respon yang harus kita kerjakan harus benar, yaitu temukan tujuan Allah atas proses tersebut sehingga hasil akhirnya kita bisa melihat suatu hal luar biasa terjadi, menjadikan kita sebagai manusia yang lebih baik. Kita bisa melihat contoh lain dari Alkitab melalui kisah Yusuf, Yusuf melalui proses yang panjang yang diijinkan Tuhan terjadi atasnya, namun pada akhirnya kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan.

2. Tetap bersaksi atas kebaikan Tuhan

Filipi 1 : 12b … bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,

Ini adalah kerinduan Tuhan agar kita tetap bersaksi atas kebaikan-kebaikan Tuhan walaupun di tengah kondisi tidak mengenakkan seperti saat ini.

Filipi 1 : 14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.

Sama seperti yang Rasul Paulus katakan, kita juga harus bisa bersaksi bahwa justru dengan keadaan pandemi yang terjadi kita tetap bisa menyaksikan kebaikan Tuhan kepada orang lain. Lidah kita dipakai untuk bersaksi memuliakan Tuhan.

Yesaya 50 : 4 Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Yakobus 3 : 9 – 10 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

3. Setia dan berani menunggu waktu Tuhan

1 Samuel 13 : 8 – 9 Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata: “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.

Kita belajar dari kesalahan yang dilakukan oleh raja Saul yang tidak mau menunggu waktu Tuhan, tidak sabar sehingga melakukan sesuatu yang salah. Belajarlah untuk menunggu waktu Tuhan, saat di mana Tuhan akan bekerja. Jangan mau dibilang bodoh karena perbuatan kita tidak mengikuti perintah Tuhan. Diperlukan keberanian untuk terus menunggu sampai Tuhan turun tangan bekerja.

1 Samuel 13 : 13 Kata Samuel kepada Saul: “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya Tuhan  mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

Kita juga bisa belajar dari kisah Lazarus yang sakit dan pada akhirnya mati. Kedua saudara perempuannya, Maria dan Marta, meminta pertolongan kepada Tuhan Yesus. Namun, apa yang dilakukan Tuhan Yesus seolah mengulur-ulur waktu untuk datang menolong sampai akhirnya Lazarus mati. Tetapi pada akhirnya kita melihat saat Tuhan kemudian datang dan bekerja, ada mujizat Tuhan yang terjadi sehingga kemuliaan-Nya dinyatakan lebih dahsyat.

Jangan melihat situasi atau kondisi menurut kacamata kita sebagai manusia, namun lihatlah dari kacamata Tuhan. Walaupun seolah-olah Tuhan Yesus mengabaikan dan menunda beberapa hari sampai Lazarus mati, namun perbuatan Tuhan Yesus setelahnya menyatakan kemuliaan-Nya, Dia sanggup mengubah keadaan, Lazarus dibangkitkan dari kematian. Keadaan kita pun sama, saat seolah-olah Tuhan belum bekerja dan membuat kita menunggu, namun ketika kita tetap setia, berani dan berharap hanya kepada Tuhan maka Tuhan sanggup mengubah keadaan, beban yang kita alami akan diubah menjadi berkat.

Mari lakukan tiga rahasia ini, temukan tujuan Allah dalam kehidupan kita, tetap bersaksi atas kebaikan Tuhan dan Setia dan berani menunggu waktu Tuhan, maka beban yang kita rasakan akan diubah Tuhan menjadi berkat

Tuhan Yesus Memberkati….

YG