“Mujizat masih ada”

“Mujizat masih ada”

Renungan Harian Anak, Rabu 02 Juni 2021

Ayat bacaan : Markus 5: 21-43

Shalom Elohim kids … apa kabarnya hari ini… kakak berharap adik-adik dalam keadaan sehat. Sebelum melanjutkan renungan ini kita akan berdoa terlebih dahulu.

Adik-adik kakak mau tanya ni… siapa di sini yang pernah sakit… pasti gak enakkan kalau lagi sakit… nah sama ni… ada sebuah cerita kesaksian seorang kakak yang bernama Michelle…

Kak michelle pernah sakit… kanker darah , awal cerita kak Michele ini bermain dengan teman-temannya kemudian dia terjatuh dan memar di dahinya. Kemudian mama kak Michele membawa ke rumah sakit untuk di periksa, dan alangkah terkejutnya kak michele dan kedua orang tuanya waktu mendengar kalau kak michele ini sedang sakit kanker darah atau leukimia. Singkat cerita kak michele harua menjalani kemoterapi. Dan hal itu membuat kak michele sangat sedih karena dia harus digundul dan menjalani kemoterapi. Setiap hari kak michele bertanya kepada Tuhan “kenapa kok aku yang harus mengalami sakit ini” sampai kak michele tidak dapat tersenyum. Dan menolak ajakan mamanya untuk berdoa dan membaca alkitab. Tetapi mama kak michele tidak menyerah selalu mengajak kak michele untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan. Akhirnya kak michele mau mengikuti nasihat mamanya untuk berdoa dan membaca Alkitab. Dan luar biasanya setiap pertanyaan kak michele selalu ada jawabannya melalui pembacaan Alkitab. Hari demi hari kak michele dapat bersukacita Bahkan dapat mengucap syukur, kalau saat itu kak michele sakit tetapi kak michele percaya pada Firman Tuhan yang akan membawanya kepada masa depan yang penuh harapan. Dan akhirnya kak michele dapat sembuh total dari sakit leukimia. Karena Tuhan sudah melakukan mujizatnya dalam.kehidupan kak Michele.

Sama seperti dalam cerita di dalam Markus 5: 21-43 ketika Tuhan Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan. Seorang Yairus yang sangat percaya kepada Tuhan Yesus yang sanggup untuk menolong dan menyembuhkan sakit anaknya. Meskipun orang orang yang ada pada saat itu menyatakan untuk apa memanggil Yesus anak Yairus sudah menginggal dan apa yang di katakan Tuhan Yesus “ Jangan takut, percaya saja”. Dan benar terjadi kepercayaan pak Yairus kepada Tuhan membawa pada kenyataan bahwa anak yairus dapat bangkit dan sembuh. Dan bukan hanya itu, diperjalanan ke rumah Yairys ada perempuan yang sudah sakit pendarahan selama 12 tahun, dan karena perempuan itu percaya bahwa hanya dengan menjamah unjung jubah Yesus dia akan sembuh … dan Mujzat itu terjadi dia disembuhkan oleh Tuhan

Nah mujizat yang dialami oleh kak michele, perempuan sakit pendarahan dan bapak zairus masih terjadi sampai saat ini lo adik-adik.

Asalkan kita tetap bersyukur dan percaya kepada Tuhan Yesus maka mujizat akan terjadi. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan membaca Alkitab ya adik-adik maka Firman Tuhan akan membawa kekuatan dan mujizat tersendiri bagi hidup kita.

Ayat hafalan :

Markus 5: 36, Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat” jangan takut percaya saja!”.

Komitmenku hari ini

Aku percaya Mujizat dari Tuhan Yesus tetap ada sampai hari ini, Tuhan Yesus menyatakan mujizat-Nya bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

RS – GCT

“BE SENSITIVE”

“BE SENSITIVE”

Renungan Harian Youth, Rabu 02 Juni 2021

Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, 

Mazmur 95:7b-8

Perjalanan bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir menuju Tanah Perjanjian adalah sebuah perjalanan yang sarat dengan pelajaran hidup. Pahit, manis, menang, kalah, sukacita, dan derita dialami oleh bangsa Israel. Sebuah hal yang istimewa dari peristiwa Exodus ini adalah fakta atau bukti yang tidak dapat disangkal tentang penyertaan Allah secara nyata dalam kehidupan bangsa Israel. Penyertaan Allah yang bukan sekedar berupa imaginasi atau lambang-lambang, namun sebuah kehadiran yang nyata dari tangan kuat Allah yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Perjalanan yang penuh dengan mujizat, menyatakan perbuatan Allah yang heran dan besar kepada bangsa-bangsa lain sehingga mereka menjadi gentar dan takut mendengar tentang Allahnya orang Israel. Diawali dengan ke sepuluh tulah yang menimpa bangsa Mesir, peristiwa menyeberangi Laut Teberau diikuti dengan ditenggelamkannya pasukan Mesir yang mengejarnya, peristiwa diubahnya air yang pahit menjadi manis di Mara, dianugerahkannya manna, dan peristiwa di Masa dan Meriba saat Allah membuat air keluar dari gunung batu, dan masih banyak lagi lainnya.

Peristiwa-peristiwa tersebut dikerjakan Allah untuk menyatakan KemuliaanNya sehingga orang mengetahui bahwa Allahlah Tuhan atas bangsa Israel.

Jika kita merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut dan menempatkan diri kita sebagai bangsa Israel waktu itu, saya yakin dan percaya kita tidak akan sanggup menyangkal keberadaan Allah yang dahsyat dalam perjalanan Exodus tersebut. Namun sebuah fakta yang mencengangkan kita dapati dalam Keluaran 17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak? Bukan hanya mendengar dan melihat, namun mengalami sendiri perbuatan Allah, tidak juga membuat bangsa Israel mengakui perbuatan Allah yang besar atas kehidupan mereka.

Kehidupan bangsa Israel dengan semua sisinya adalah pembelajaran bagi kita yang hidup pada masa sekarang. Dalam Ibrani 3:7-19, perikop yang ada diberi judul “Binasa karena murtad”. Ayat dalam Mazmur 95-7b di atas, dikutip sebanyak 2x (ayat 7-8 dan ayat 15). Kita bisa asumsikan bahwa pesan ini sangatlah penting. Hal yang sedikit berbeda adalah pesan ini diawali dengan frasa seperti yang dikatakan Roh Kudus.

Pesan Firman Tuhan bagi kita adalah “Jika kita mendengar suaranya, jangan keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”

Apa yang dimaksud dengan mengeraskan hati atau dalam terjemahan lain dikatakan jangan keras kepala/ jangan menulikan telinga?

Tidak percaya kepada Allah walaupun mereka telah melihat perbuatan Allah namun memilih untuk tidak mengakui/ meragukan (Ibrani 3:8)

Tidak taat kepada Allah, sesat hati atau keluar dari jalan kebenaran. Mengapa bisa sesat hatinya? Karena mereka tidak mengenal jalanNya (Ibrani 3:18)

Saat Roh Kudus menunjukkan perbuatan Allah yang besar dalam hidup orang lain, percaya lah bahwa Tuhan juga sanggup mengerjakan perbuatan yang ajaib dalam hidup kita. Jangan hanya karena kita belum mengalami, kita meragukan kuasa Allah. Terbuka lah terhadap pekerjaan Allah dalam kehidupan kita dan orang-orang sekitar kita.

Saat Roh Kudus menyatakan Firman Allah atas kesalahan kita, mari kita belajar untuk menginstropeksi hati kita dan menerima dengan segala kerendahan hati kemudian mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan kita. Jangan menyangkal, mencari-cari alasan, atau mencari pembenaran atas diri sendiri.

Mari belajar peka terhadap pimpinan Roh Kudus dalam kehidupan kita. Kata hear bisa diartikan mendengar dengan tidak sengaja (hanya karena kita punya telinga) dan pesan Firman Tuhan :” jangan menulikan telingamu/ keras kepala/ mengeraskan hati. Walaupun Firman Tuhan itu dinyatakan dalam bentuk sehalus mungkin, seperti hanya berupa sindiran yang tidak ditujukan kepada kita secara langsung, mari kita meresponinya dengan ketaatan.
Kata hear juga bisa berarti diinformasikan/ diberitahukan. Ini berarti jika memang Roh Kudus secara pribadi menuntun kita, mari kita belajar peka akan tuntunannya dan mentaatinya

Menjadi pribadi yang peka terhadap pimpinan Roh berarti menjadi pribadi yang memiliki kesanggupan bereaksi terhadap pimpinan Roh, mudah bergerak/ digerakkan oleh pimpinan Roh.

Kepekaan rohani harus terus dipupuk dan dikembangkan. Cara menumbuh kembangkan kepekaan rohani melalui:

1. Pengetahuan

Allah menuntun kita lewat Firman Tuhan, mari belajar Firman Tuhan.

Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaanNya dan kawanan domba tuntunan tanganNya. (Mazmur 95:7a)

2. Pengenalan yang benar

– Mari belajar mengenal Allah lewat FirmanNya, Orang Israel beribadah kepada Tuhan sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel (Yosua 24:31)

3. Pengalaman

– Mari kita membiarkan hidup kita dipimpin Roh Allah sehingga kita mengalami Tuhan secara pribadi.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau (Ayub 42:5)

4. Kontinuitas

– Mari belajar untuk senantiasa, setiap waktu, setia mentaati Firman Tuhan

Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hatiKu dan yang melakukan segala kehendakKu (Kisah Rasul 13:22)

Ketika kita belajar untuk peka akan tuntunan Roh Kudus, maka Ia akan membentuk hidup kita menjadi pribadi yang:

  1. TAAT – seperti Samuel kecil yang menyatakan nubuatan atas keluarga imam Eli
  2. berfungsi dengan EFEKTIF sebagai alat Tuhan bagi Allah dan sesama – seperti anak kecil yang merelakan 5 ketul roti dan 2 ikannya untuk diserahkan pada Yesus sehingga terjadi mujizat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang.
  3. KUAT MELAWAN DOSA – tidak seperti Kain yang menyerah atas kemarahannya sehingga membunuh Habel,
  4. KUAT melawan mayoritas yang tidak benar – sepert Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang berketapan untuk tetap hidup sesuai dengan Firman Allah.

Rekan-rekan, mari belajar menjadi anak muda yang peka akan tuntunan Roh Kudus. Mari ijinkan Roh Kudus bekerja dan melembutkan hati kita sehingga kita menjadi pribadi-pribadi yang taat kepada Tuhan.

Komitmenku Hari ini

Aku mau belajar untuk semakin peka dengan tuntunan Roh Kudus, memiliki hati yang lembut agar selalu taat kepada tuntunan-Nya

DDO – YDK

“Betapa Sempurna”

“Betapa Sempurna”

Renungan Harian Rabu, 02 Juni 2021

Syalom Selamat Pagi Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus . . . . .

Sebelumnya mari kita membaca kisah nyata dari kehidupan Jacob DeShazer seperti alur cerita novel perang yang sangat menarik dan hampir tidak masuk dalam akal kita. Namun secara keseluruhan, kisah ini menunjukkan Allah bekerja dengan cara-cara yang misterius. Pada Perang Dunia II, DeShazer bekerja sebagai pengebom US Army Air Corps di skuadron yang dipimpin Jenderal Doolittle. Ketika ikut serta dalam penyerangan ke Jepang yang dilakukan Doolittle pada tahun 1942, DeShazer dan anak buahnya kehabisan bahan bakar dan meloncat ke luar pesawat di atas wilayah Tiongkok. Ia diangkut ke kamp tawanan Jepang. Di situ ia memercayai Yesus sebagai Juruselamatnya. Setelah dibebaskan, ia menjadi misionaris di Jepang. Suatu hari DeShazer memberikan sebuah pamflet kepada seorang pria bernama Mitsuo Fuchida. Di dalam pamflet itu ada cerita mengenai dirinya. Ia tidak tahu bahwa saat itu Mitsuo akan diadili karena perannya semasa perang sebagai komandan angkatan perang Jepang yang menyerang Pearl Harbor. Fuchida membaca pamflet itu dan mendapatkan sebuah Alkitab. Tak lama kemudian, ia menjadi seorang Kristiani dan penginjil bagi bangsanya. Akhirnya, Fuchida dan DeShazer bertemu kembali dan menjadi sahabat.

Jacob DeShazer dan Mitsuo Fuchida

Cara Allah mempersatukan dua orang yang dulunya musuh dalam peperangan, menyatukan mereka, dan memimpin mereka kepada-Nya sangat mengherankan. Namun, kisah ini menunjukkan kepada kita bahwa Dia mengendalikan segala sesuatu. Dan tak satu pun bahkan perang dunia yang dapat menghentikan Allah mengerjakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya.

            Bapak Ibu Saudara sekalian, percayalah bahwa segala sesuatu terjadi dalam kehidupan ini kerena kehendakNYA. Dalam kondisi apapun kehidupan yang sedang kita jalani, semua akan menjadi baik menurut waktu dan caraNYA. Ingatlah jika suatu waktu nanti kisah kehidupan kita yang “hampir tidak masuk akal”, sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan bahkan kita bayangkan tetapi Tuhan membuatnya terjadi.

Kata “kebaikan” dalam Roma 8:28, memiliki arti “sesuatu yang sempurna”. Tuhan telah bekerja dalam tiap langkah perjalanan hidup kita dengan segala yang sempurna bagi kita.

Roma 8:28, “ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Sekarang Kita Tahu Betapa Sempurnanya Kehidupan yang Sedang Kita Jalani Ini

Tuhan Memberkati !

TC