“Orang Kesepian”

“Orang Kesepian”

Renungan Harian Anak, Jumat 11 Juni 2021

Syalom adik-adik Elohim Kids, wah kakak berdoa kiranya adik-adik semuanya dalam keadaaan baik dan sehat ya… Siapa disini adik-adik yang punya banyak teman? Wah enak ya kalo kita punya banyak teman, mau ngapa-ngapain tidak merasa sendirian.

Hari ini kita belajar dari kisah seorang Wanita yang ditemui Yesus di Sumur Yakub di Samaria ( Yohanes 4:4-30)

Pada waktu itu Tuhan Yesus sedang berjalan melewati suatu daerah bernama Samaria. Saat itu udara sangat panas sehingga Yesus duduk beristirahat di pinggir sumur. Seorang perempuan datang ke sumur untuk mengambil air, dan Yesus berkata, “Berilah Aku minum!” Perempuan itu terkejut. “Kebanyakan orang tidak mau berbicara kepadaku. Mengapa Engkau berbeda dari yang lain?” Yesus berkata, “Sebab Aku peduli padamu. Dan Aku ingin engkau tahu bahwa Allah sangat mengasihimu.”

Adik-adik Perempuan itu tidak mengira Allah akan mengasihinya. Tak ada orang lain di kotanya yang mau menjadi temannya sebab ia telah melakukan hal yang buruk. Yesus melihat betapa ia kesepian. Yesus memberitahunya bahwa Ia adalah Anak Allah, Ia tahu segalanya tentang perempuan itu; dan Allah tetap mengasihinya. Lalu perempuan itu sadar bahwa ia tidak akan kesepian lagi. Perempuan itu sangat gembira sehingga ia berlari untuk berbagi kabar baik dengan setiap orang di kotanya. “Anak Allah  datang!” katanya kepada mereka.

Adik-adik Tahukah kamu orang yang tampaknya kesepian ? Mungkin mereka tidak mempunyai banyak teman, dan anak-anak lain mungkin mengejeknya. Ingatlah bahwa Allah mengasihi setiap orang dan menginginkan kita berbagi kasihNya dengan yang lain.

Jadi,  jika kamu melihat seseorang yang diejek atau ditinggalkan, berusahalah bersikap baik kepada orang itu. Kamu akan membuat Allah senang, dan kamu menemukan seorang teman baru juga.

Ayo adik-adik kita mau belajar seperti Tuhan Yesus yang memiliki kepedulian dengan orang lain terutama dengan orang yang mungkin diabaikan atau ditinggalkan. Selama Tuhan didunia ini, Tuhan seringkali bersama-sama dengan orang-orang yang diabaikan, tidak diperhatikan atau dihina oleh banyak orang seperti orang yang sakit, miskin, dijauhi dll … tetapi kasih Tuhan Yesus memulihkan kehidupan mereka semuanya

Hari ini kita mau belajar untuk membagikan kasih Tuhan Yesus kepada mereka yang kesepian melalui hidup adik-adik semua, sapalah mereka, berbagilah kepada mereka dan percayalah mereka akan sangat bersukacita.

Walaupun mereka tidak bisa membalas kebaikanmu tetaplah kerjakanlah kasih karena kasih tidak mencari balasan tetapi kasih adalah mau untuk memberi.

Ayat Hafalan :

Efesus 4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus, terimakasih karena telah menunjukkan kepada saya bagaimana mengasihi orang lain. Tolong bantu saya bersikap baik kepada orang yang berbeda dengan saya, dan membantu orang yang kesepian.

Amin … Tuhan Yesus memberkati

VA – YC

“Buku Petunjuk”

“Buku Petunjuk”

Renungan Harian Youth, Jumat 11 Juni 2021

Syalom rekan-rekan Elohim Youth, bagaimana kabar hari ini … Kiranya berkat Tuhan melimpah dalam kehidupan kita semuanya.

Rekan-rekan, Ketika kita membeli sebuah perangkat elektronik baru, biasanya kita juga akan mendapatkan “manual book“. Manual Book atau Buku petunjuk biasanya berisi segala hal yang perlu kita ketahui tentang produk tersebut. Semakin rumit pengoperasian sebuah alat, semakin besar pula kebutuhan kita akan buku manual. Karena sebuah buku manual bisa memandu pemilik dalam memahami berbagai fitur, fungsi dan kegunaan dari sebuah alat. Mulai dari petunjuk bagaimana cara mulai menggunakan perangkat tersebut, menganjurkan penggunaan yang baik dan benar, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan perangkat tersebut, hingga Arahan tentang apa yang harus kita lakukan ketika menemui masalah dengan produk tersebut.

Mungkin saja kita bisa mempergunakan alat tanpa buku manual, seperti sudah terbiasa mengoperasikannya,tetapi akan ada banyak fungsi yang terlewatkan. Sebuah buku manual yang baik akan memberi petunjuk pemakaian secara lengkap hingga ke detail-detailnya, semua fitur dan fungsi dari alat tersebut dan berbagai kemungkinan kerusakan; apa yang bisa menjadi penyebabnya sehingga harus dihindari dan bagaimana solusi untuk mengatasinya. Dan juga kita sering melakukan kesalahan karena salah dalam mengoperasikannya dan akibatnya bisa ringan sampai Fatal atau barang tersebut rusak dan tidak bisa dipakai lagi.

Rekan-rekan sadarkah kita bahwa, sewaktu mempelajari buku panduan tersebut, kita sebenarnya sedang menyelami atau menangkap cara berpikir si pencipta barang tersebut sebelum barang tersebut diciptakan atau dibuat.

Nah begitu juga dengan kehidupan kita, Sebagai manusia yang diciptakan Allah, kita juga diberikan buku petunjuk, yaitu Alkitab.

Alkitab adalah buku petunjuk yang diberikan Allah kepada kita untuk dapat menjalani kehidupan kita ini sesuai dengan Tujuan dari Sang Pencipta.

Segala yang perlu kita ketahui tentang tujuan penciptaan kita, bagaimana kita harus sesuai dengan rencana Tuhan, apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan, hingga solusi yang harus dicapai jika kita menemui masalah dalam hidup, semua tertulis dalam Alkitab.

Kita semuanya tentu setuju bahwa Hidup yang kita jalani juga tidak selalu mudah, sewaktu-waktu bisa menjadi rumit. Ada masalah baik besar dan kecil yang datang dan pergi, ada banyak pertanyaan dan problematika yang membuat kita membutuhkan sebuah ‘buku manual’ yang bisa menuntun, menasihati, memberi masukan bahkan solusi. Ada banyak rahasia-rahasia kehidupan dan kebenaran dalam setiap ayat dalam Alkitab, yang oleh karunia Roh Kudus disingkapkan untuk membuat kita hidup lebih baik lagi dari hari ke hari sesuai dengan rencanaNya.

Perhatikanlah Nasehat Rasul Paulus kepada Timotius

2 Timotius 3:15-16  Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Melaui Firman Tuhan kita bisa mengenal Jalan Keselamatan yaitu Iman didalam Tuhan Yesus Kristus, Melalui Firmanlah kita diajar tentang kebenaran, apa yang salah dalam pemikiran kita, salah dalam Tindakan kita dan Firman Tuhana akan menuntun kita untuk melakukan apa yang benar sesuai dengan kehendak Allah

Rekan-rekan, Mari kita tidak malas malasan membaca alkitab sebagai buku petunjuk kehidupan. Semua firman itu telah ditulis bagi kita dengan tujuan agar kita bisa berpegang kuat kepada pengharapan kepada Tuhan. Tuhan sediakan itu semua bagi kita agar kita bisa mendapat pelajaran mengenai bagaimana mengalami kehidupan yang berkemenangan.

Jangan menjalani kehidupan ini tanpa Firman Tuhan, ada banyak hal yang membuat kita lemah dan jatuh. Hanya Firman Tuhan yang sanggup untuk menguatkan Iman kita kepada Tuhan. Mengijinkan Firman Tuhan berkarya dalam kehidupan kita dimulai dengan kemauan kita untuk membuka Alkitab kita, bacalah dan terimalah tuntunan.

Komitmen ku :

Aku mau tekun membaca firman Tuhan agar aku selalu mendapatkan petunjuk untuk menjalani hidupku setiap hari.

NV – SCW

EL REI HADIR DI SPOTIFY

“Doa yang Dijawab”

“Doa yang Dijawab”

Renungan Harian, Jumat 11 Juni 2021

Mazmur 66:18-20

“Jika aku melihat kejahatan dalam hatiku, Tuhan tidak akan mendengarkan. Namun, Allah telah mendengar, Dia memperhatikan suara doaku. Terpujilah Allah yang tidak berpaling dari doaku, dan kasih setia-Nya padaku”

Selamat pagi bapak, ibu dan saudara sekalian.  Apabila melihat teks bacaan kita hari ini, timbul pertanyaan seperti ini. Apakah doa itu ada syaratnya sehingga pemazmur berkata, “jika aku melihat kejahatan   dalam   hatiku,   Tuhan   tidak   akan   mendengarkan…?”  Ataukah   selama   ini   kita menganggap  bahwa  doa kita  pasti  dijawab  Tuhan  dalam  kondisi  apapun  sekalipun  hati kita belum beres?

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih.  Fungsi  utama  doa  bukan  sekedar  sebuah  ritual  atau kebiasaan  apalagi  kalau sekedar hanya untuk melakukan kegiatan agamawi. 

Doa adalah membangun hubungan dengan yang Maha Kuasa.

Doa adalah cara kita menghadap kepada Tuhan kita untuk berkomunikasi, berbicara, menyampaikan  isi hati kita (seperti Hana yang menyampaikan isi hatinya kepada Tuhan dalam doanya – 1 Samuel 1:15), sehingga dengan demikian keintiman  dapat dibangun.  Doa yang benar disertai dengan keyakinan bahwa kita sudah dibenarkan dan hati nurani kita telah dibersihkan dari segala macam  kesalahan  sehingga  kita datang  dengan  keyakinan  bahwa  Tuhan  mendengarkan  doa kita (Yakobus 5:16b).

Namun keyakinan tidak dapat dibangun jika Roh Kudus sudah menegur kita namun kita mengabaikannya. Roh Kudus adalah pribadi yang menyertai kita dan Dia yang paling mengerti kedalaman  isi hati kita.  Ibarat sebuah filter dia akan mencoba  membersihkan  segala macam kotoran dalam hati kita.  Jika ada sesuatu yang tidak beres maka dia akan memberitahu kita dan kita seharusnya peka dan meresponnya dengan benar.

Kunci  utama  keintiman  dengan  Allah  dan  doa  yang  dijawab  adalah  dengan merespon secara benar apa yang Roh Kudus katakan kepada kita. 

Jika hati kita masih ada benci dendam dan Roh Kudus menyuruh kita untuk mengampuninya,  maka dengan kekuatan Tuhan kita mengampuni orang yang sudah menyakiti kita (Yakobus 5:16a).  Jika ada rencana jahat dan kecurangan yang kita rancangkan dan Roh Kudus memberitahukan kepada kita, sebaiknya kita membatalkannya dan memohon ampun kepada Tuhan. Bukankah Yesus selalu mengampuni kita sejahat apapun rancangan dalam hati kita? Dengan demikian kita memperoleh keyakinan bahwa Tuhan mendengarkan doa kita. DIA yang menyimpan air mata kita di kirbat-Nya (Mazmur 56:8).

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih.  Bagaimana dengan doa-doa kita?  Apakah doa kita sekedar dan ala kadarnya tanpa kita mengerti bagaimana membangun keintiman dengan Tuhan yang mengasihi kita?  Marilah kita benahi lagi sikap kita dalam berdoa. 

Berdoalah dengan sungguh-sungguh, sampaikanlah isi hati kita kepada Tuhan.  Bangunlah keintiman dengan Tuhan melalui doa-doa kita.  Karena semakin kita dekat dengan-NYA, semakin kita mengenal pribadi-NYA, semakin kita tahu isi hati-NYA, semakin kita tahu kehendak-NYA, semakin kita peka dengan kemauan-NYA. 

Dengarkanlah suara Roh Kudus, responi dengan benar apa yang Roh Kudus ingin supaya kita lakukan, maka dengan pastilah doa-doa kita akan dijawab Tuhan.

Amin.Tuhan Yesus Memberkati.

DS