“Turut Bekerja”

“Turut Bekerja”

Renungan Harian Anak, Rabu 09 Juni 2021

Shalom…Selamat Pagi adik-adik semuanya, Puji Tuhan kalau adik-adik dalam keadaan sehat dan baik semuanya … Tetap semangat Yach.

Roma 8:28, Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Adik-adik kakak punya sebuah Kisah, perhatikan ya ….

Powee adalah seorang anak kepala suku dari salah satu suku Indian di Amerika. Sudah tradisi bagi seorang anak laki-laki yang akan beranjak dewasa harus melalui sebuah ujian keberanian. Demikian juga yang harus dijalani oleh Powee. Ia dibawa ke tengah hutan pada malam hari dan hanya dipersenjatai pedang oleh ayahnya. Malam itu Powee sangat ketakutan, ia tidak dapat melihat apapun yang ada di sekelilingnya. Sayup terdengar dari kejauhan, suara aum harimau dan lolongan serigala, semakin menambah kecemasan Powee.

Powee mulai mengayunkan pedangnya ke segala arah. Ia tidak tahu kapan dan dari mana harimau dan serigala itu akan menyerangnya. Ketika suara harimau dan serigala itu sudah sangat dekat, Powee terkejut, sebab tiba-tiba suara itu berhenti. Kemudian tampak nyala obor dari balik pepohonan. Sang Ayah muncul bersama sepasukan bersenjata panah dan tombak. Tampak olehnya Sang Ayah masih mengarahkan busurnya ke arah harimau dan serigala yang telah mati itu. Powee tahu sekarang bahwa ternyata ia tidak sendirian, ayahnya senantiasa menjaganya meski ia tidak dapat melihatnya.

Bapa kita yang di sorga juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan ayah Powee. Bapa selalu menjaga meski tidak terlihat oleh kita, namun kasih-Nya dapat kita rasakan. Tuhan tidak diam saja. Ia bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan. Namun, terkadang sesuatu yang mendatangkan kebaikan itu tidak menyenangkan bagi kita.

Nah adik-adik, kita tidak boleh takut percayalah ada mata Tuhan yang selalu memperhatikan adik-adik. Mungkin ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan adik-adik, percayalah bahwa ada Tuhan yang menemani adik-adik. Jadi waktu kalian sedih, takut, bingung ayo datang kepada Tuhan. Datanglah kepada Bapa kita yang di Sorga, Dia Bapa yang baik yang selalu berkarya dalam kehidupan kita semuanya.

Kita mungkin tidak tahu semua hal mengapa harus terjadi, terkadang ada peristiwa sedih yang terjadi, ada hal yang tidak menyenangkan. Tetapi percayalah dalam segala perkara Tuhan selalu ada menemani kita. Ingatlah bahwa Bapa turut bekerja bagi orang yang mengasihi-Nya, yaitu siapa saja yang terpanggil untuk bekerja melakukan kehendak-Nya.

Tugas kita semua adalah menjalani kehidupan kita dengan setia dan taat kepada kehendak Tuhan dan FirmanNya maka percayalah selalu ada pertolongan dan penyertaan Tuhan

Ayat Hafalan:

Roma 8:28a Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,

Komitmenku hari ini:

Aku percaya dan menyerahkan hidupKu dalam Tangan Tuhan, karena Tuhan terus berkarya mendatangkan kebaikan dalam hidupku

Yu-GCT

“It is okay God will restore”

“It is okay God will restore”

Renungan Harian Youth, Rabu 09 Juni 2021

Selamat pagi rekan rekan Youth semoga kita tetap dalam keadaan sehat sehat dan tetap bersemangat

Hari ini kita akan belajar tentang pemulihan. Apapun yang terjadi kepada kita saat ini, atau tahun tahun sebelumnya  misalnya nih  jika kita kehilangan sesuatu yang merupakan milik kita atau kehilangan seseorang yang kita cintai, percayalah, kita adalah orang-orang sanggup berkata, “It is okay, aku rapopo /  ya sudahlah tidak apa-apa”, karena kita percaya bahwa Tuhan kita, yang nama-Nya Yesus adalah Tuhan yang memulihkan. Tetapi dalam kenyataannya tidak mudah teman teman, ketika kita merenung sendiri kita masih  sedih , kuatir bahkan merasa putus asa.

Namun kita juga perlu belajar untuk mengerti bahwa pemulihan itu butuh waktu, butuh proses dan  mungkin pemulihan  tidak bisa mengembalikan secara tepat apa yang telah hilang, tetapi akan membawa kita kepada pengalaman dan pemikiran bahwa akan ada  hal-hal yang lebih baik, hal-hal yang jauh lebih baik daripada semua yang hilang di masa lalu.  Kita dapat belajar dari kisah Ayub , Alkitab memberi tahu kita bahwa akhir akhir dari Ayub jauh lebih baik daripada awalnya.

Ayub 42:10 – Lalu TUHAN memulihkan keadaan  Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

Dari kisah diatas kita mau belajar kira kira siapa saja kah yang akan menerima pemulihan ?

Mari kita perhatikan baik-baik, tidak semua orang di dunia ini akan menerima pemulihan,

1. Hanya orang yang percaya pada Yesus

Setiap kita pasti memiliki kisah hidup yang berbeda-beda dan hal itu tidak mudah untuk dijalani, sehingga dapat menggoyahkan iman kita. Namun Tuhan sungguh baik, Ia selalu memberikan kita kekutan dan penghiburan melalui FirmanNya seperti yang tertulis pada

2 Tawarikh 15:7 “Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu”.

Meskipun kita sudah mengetahui bahwa Tuhan senantiasa mendampingi kita dikala suka dan duka, tetap saja kita sebagai manusia sering kali melupakannya dan tidak peka terhadap suaranya, maka dari itu kita perlu memiliki sikap yang benar sebagai umat Kristen untuk menghadapi masalah yang ada. Mari kita sungguh sungguh percaya bahwa Tuhanlah yang dapat memulihkan keadaan kita.

 2. Hanya orang yang menaruh pengharapannya kepada Yesus yang akan menerima pemulihan di dalam hidupnya.

Mazmur 126 berlatar belakang pada kembalinya umat Israel dari pembuangan di Babel. Seperti orang-orang Israel dalam pembuangan, banyak orang Kristen masa kini yang bertanya “Mengapa saya harus mengalami masa seperti ini?” Mazmur ini mengajarkan bahwa Tuhan bisa menggunakan masa lampau kita untuk menghadapi krisis masa kini dan masa mendatang. Mazmur ini mengingatkan kita untuk selalu berharap pada Tuhan. Walaupun belum tampak, tetapi kita mengingat Kabar Baik bahwa Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya pada waktu-Nya.

 Jadi, kita harus hidup dalam memori (ingatan) atas karya Tuhan di masa lampau. Selain itu, kita juga harus tetap percaya dan tetap berharap , bahwa pengharapan akan pertolongan Tuhan akan yang memulihkan keadaan kita.

Rekan rekan Youth kita mau sama sama belajar untuk mengerti, ketika pertama kali Allah menciptakan bumi, langit beserta isinya, setelah Allah selesai menciptakan, Allah melihat segala sesuatunya sungguh amat baik. Tetapi setelah manusia jatuh dosa karena didustai oleh iblis, maka dunia ini jatuh, dunia ini ada di bawah kuasa iblis. Itu sebabnya Yesus datang untuk memulihkan kembali dunia ini.

Dan kalau kita perhatikan keadaan dunia ini memang semakin hari semakin gelap, perang di mana-mana, Yesus berkata bahwa bangsa bangkit melawan bangsa, betul? Gempa bumi di mana-mana, dan frekuensinya semakin sering. Virus, kuman penyakit yang tidak pernah ada sebelumnya sekarang bermunculan.

Jadi kalau kita melihat dunia ini, semakin hari semakin gelap, tetapi Alkitab mengatakan bahwa anak-anak Tuhan, gereja Tuhan, kita akan semakin bersinar terang, karena ada pemulihan di dalam gereja.  Tuhan mau memberkati kehidupan setiap orang percaya yang mau dipulihkan. Bagaimana dengan kita sebagai anak anak Allah ? Apakah kita mau dipulihkan ? Jika kita  mau dan rindu Tuhan bekerja lebih dalam maka lebih dulu kita mengalami pemulihan dari Tuhan.

Komitmen :

Ajari aku Tuhan untuk tetap percaya dan berharap akan pertolonganmu, Ajar kami yakin hanya Engkau saja yang sanggup akan memulihkan keadaanku. Amin

KP – YDK

“Cuma Sepele”

“Cuma Sepele”

Renungan Harian Rabu, 09 Juni 2021

Syalom Selamat Pagi Bapak ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus . . . .

Dalam hidup ini, adakalanya kita menghadapi masalah yang benar-benar serius, tetapi adakalanya juga kita menghadapi masalah-masalah kecil. Andai kita mengabaikan semua masalah kecil, maka energi kita tidak akan habis untuk menyelesaikan hal-hal yang kecil tersebut. Sayangnya, ada banyak orang yang begitu mudah terpengaruh dengan  gangguan kecil yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Hanya karena berbeda cara melakukan sesuatu di rumah harus ribut hingga suasana rumah menjadi tak nyaman, karena terjebak macet, kita pun marah-marah dan masih banyak hal-hal kecil lainnya.

Richard Carlson dalam bukunya yang berjudul “Don’t Sweat the Small Stuff” (Jangan memusingkan hal-hal sepele) berkata,

“semakin Anda sering mempersoalkan atau membesar-besarkan setiap masalah yang ada, hidup Anda akan terasa penuh dengan beban masalah.”   

Richard Carlson

Dalam ayat renungan kita hari ini, kita dapat membaca sebuah kisah dimana Daud mendapat cercaan pedas dari Simei, salah satu kerabat Saul. Begitu kasar dan pedasnya cercaannya, hingga Abisai, salah satu pengawal Daud, ingin memenggal kepala Simei 2 Samuel 16:6-9, beginilah cuplikannya :

Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya. Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: “Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila!TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah.” Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: “Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.”

Namun, luar biasanya Daud tidak menanggapinya, ia menganggap itu adalah hal sepele. Ia tidak perlu menjadi sakit hati apalagi ingin membalasnya dalam 2 Samuel 16: 11-12, demikianlah katanya:

Ayat 11-12 Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: “Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian. Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.”

Dalam menjalani kehidupan ini, setiap kita bisa saja mengalami situasi  yang tidak menyenangkan akibat sikap atau perilaku buruk orang-orang di sekitar kita; entah itu perlakuan rekan sekerja yang tidak pada tempatnya, sikap tetangga yang tidak bersahabat, atau gosip-gosip tidak benar tentang diri kita.

Daripada terus menerus memikirkan dan memasukkannya ke dalam hati hingga membuat susah diri kita sendiri, lebih baik kita tidak perlu ambil pusing. Sebagai orang Kristen yang dewasa, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan.

Membiarkan Tuhan yang menjadi “hakim.” Seperti kata Daud, “siapa tahu hal-hal itu justru Tuhan pakai sebagai sarana untuk mencurahkan kebaikan-Nya kepada kita.”

Sekarang mari kita tanyakan kepada diri kita secara pribadi sebagai refleksi diri, apakah anda pernah terpancing mempermasalahkan suatu hal yang sebetulnya masalah sepele? Apa yang terjadi saat itu? Apa yang sebaiknya kita lakukan saat masalah kecil hadir dalam hidup kita?

Hendaknya kita bedoa, Bapa di sorga, mampukan aku untuk menjadi anak Tuhan yang dewasa yang tidak gampang terpengaruh saat masalah hadir. Amin.Mari kita lakukan Firman Tuhan hari ini dengan belajarlah memberi respon yang baik setiap kali ada masalah yang muncul. Mintalah hikmat dari Tuhan agar Anda bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Tuhan Memberkati ….

TC