TETAP TAAT DAN JUJUR

TETAP TAAT DAN JUJUR

Renungan Harian Anak, Kamis 17 Juni 2021

BACAAN AYAT : Amsal 2 : 6 – 7

Salam Sejahtera Adik Adik Elohim Kids yang dikasihi Tuhan , masih tetap setia dan semangat ya.  Sudah siap mendengar renungan pagi ini ? Sudah makan pagi atau sarapan? Ya.. makanan untuk menyehatkan tubuh kita , tetapi firman Tuhan penting untuk menguatkan iman dan tubuh rohani kita.

Pagi ini judul renungan adalah : TETAP TAAT DAN JUJUR. Mengapa harus tetap berusaha taat dan jujur? Karena hari hari ini banyak hal yang serba sulit , sekolah sulit , bekerja pun sulit , semua kegiatan dibatasi. Akibatnya banyak orang jadi tidak mentaati peraturan, begitu juga dengan sekolah online. Beberapa orang tua mengeluh karena anaknya menjadi malas dan tidak sepenuhnya bisa mengikuti sekolah online. Banyak tugas tugas sekolah yang tidak dikerjakan anak sendiri, tetapi didikte atau dikerjakan oleh mamanya atau kakaknya. Karena semua tugas dikerjakan dirumah , tentunya guru tidak tahu. Ini murni dikerjakan oleh anak muridnya atau bukan? Ada juga yang mencontek pekerjaan temannya, karena orang tuanya tidak bisa mengerjakannya. Nah , akibat dari kesulitan kesulitan ini membuat orang tidak taat dan tidak jujur lagi pada peraturan.

Bagaimana dengan Adik Adik Elohim Kids? Apa kalian juga mengalami kesulitan dalam belajar secara online? Bisakah Adik Adik mengerjakan tugas sekolah sendiri? Atau ada yang tugasnya dikerjakan mama atau kakak kalian? Wah , ingat ya Adik Adik , ketidaktaatan dan ketidakjujuran akan merugikan diri sendiri. Pada saat diperbolehkan kembali ke sekolah atau sekolah tatap muka, Adik Adik tidak bisa mengikuti pelajarannya. Siapa yang tidak sungguh sungguh taat dan jujur pada saat sekolah online dirumah , maka akan mengalami kesulitan pada waktu sekolah tatap muka.  Disekolah tidak ada mama atau kakak yang membantu Adik Adik dalam mengerjakan tugas seperti dirumah.

Untuk itu Adik Adik , belajarlah taat dan jujur , berusahalah untuk mengerjakan sendiri tugas sekolah Adik Adik. Dan apabila Adik Adik merasa kesulitan , berdoalah , ingat Tuhan adalah sumber hikmat. Dia sanggup menolong kita , yuk kita baca ayatnya di Amsal 2 : 6 – 7

Ayat 6 : Karena TUHANlah yang memberikan hikmat , dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
Ayat 7 : Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur , menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.

Nah Adik Adik , jangan takut dan malas untuk belajar ya, berdoalah sebelum belajar dan mengerjakan tugas tugas kalian. Percayalah Tuhan akan selalu menolong dan memberi Adik Adik kepandaian , asal Adik Adik tetap taat dan jujur.

Ayat Hafalan

Amsal 2 : 6  Karena TUHANlah yang memberikan hikmat , dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Komitmen ku :

Tuhan aku mau belajar lebih rajin dan sungguh sungguh , aku yakin dan percaya hikmat-MU senantiasa menyertaiku. Didalam setiap kesulitan , Tuhan pasti akan menolong ku. Aku mau selalu taat dan jujur dalam tugas tugasku , karena kepandaian yang Engkau berikan memampukan aku dalam segala hal. Amin

SD – RS

Karakter Allah – Jehovah Jireh My Provider

Karakter Allah – Jehovah Jireh My Provider

Renungan Harian Youth, Kamis 16 Juni 2021

Kejadian 22:13-14

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. ada banyak nama Allah di Alkitab,  bukan sekedar nama yang diberikan orang tetapi merupakan gambaran Allah tentang diri-Nya. Nama tersebut menyatakan juga sifat-sifat-Nya. Diantaranya: El-Shaddai, El-Lohim, Jehovah Rapha, Jehovah Nissy. Jehovah Syalom.

Nah hari ini kita akan melihat salah satu nama yang juga karakter Allah, yaitu Jehovah Jireh yang artinya Tuhan menyediakan.

Berawal dari Kejadian 22:13-14, “Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya  tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.

Ketika Tuhan meminta anaknya Abraham untuk dikorbankan, Abraham hanya taat melakukan perintah Tuhan di gunung Moria tersebut. Tapi Tuhan mengetahui isi hati Abraham, dia taat dan ttakut akan Allah. sehingga ia tidak segan-segan mengorbankan anaknya Ishak. Maka Tuhan memberikan pengganti korban, yaitu seekor domba pengganti yang menggantikan Ishak untuk dikorbankan. Disinilah muncul nama

Jehovah Jireh yang berarti Tuhan menyediakan.

Jhon Calvin menuliskan, “Ketidaktahuan tentang pemeliharaan Allah adalah asal mula kesengsaraan. Berkat yang terbesar terletak dalam pengenalan tentang pemeliharaan Allah.”

Salah satu cara kita mengenal Tuhan adalah lewat pemeliharaan Tuhan yang sempurna atas hidup kita. Seperti Abraham yang disediakan Tuhan, apa yang sebenarnya ia butuhkan saat itu, demikian juga kita.

Percayalah Tuhan pasti akan menyediakan apa yang kita butuhkan

Heidelberg, seorang tokoh rohani dari Jerman pada masanya memberikan pernyataan yang menarik tentang pemeliharaan Tuhan: “kekuatan Allah, yang Maha kuasa dan yang Maha hadir di segala tempat (Yoh 5:17). Dengannya Dia memelihara langit dan bumi serta segala makhluk seakan-akan dengan tangan-Nya sendiri, dan memerintahnya (mazmur 104:30), sehingga daun dan rumput, hujan dan kemarau (Yeremia 5:24), masa kelimpahan dan kekuarangan, makanan dan minuman, sehat dan sakit (Yoh 9:3), kekayaan  dan kemiskinan (Amsal 22:2), dan segala hal tidak menimpa kita secara kebetulan, tetapi datang dari tangan Bapa saja (Mat 10:29).

Rakan-rekan yang dikasihi Tuhan, pertanyaannya, bagaimana cara kita hidup dalam pemeliharaan Tuhan?

Pertama, mari kita sama-sama tetap percaya kalau Tuhanlah pemelihara hidup kita (Mazmur 23:5).

Karena Tuhan adalah Gembala Agung kita, yang senantiasa menyediakan hidangan bagi kita. Tuhan kita adalah Jehovah Jireh. Allah yang memelihara kehidupan umat-umat-Nya. Dan itu sangat terbukti loh teman-teman, dari jaman Perjanjian Lama, Perjanjian baru, sampai selama-lamanya; Allah kita tetap Jehovah Jireh.

Kedua, mari kita sama-sama tetap beribadah kepada Tuhan (Keluaran 23:25).

Karena ada janji Tuhan ketika kita setia beribadah kepada Tuhan, roti makanan kita dan air minuman kita diberkati bahkan dijamin oleh Tuhan.

Ketiga, jangan lupa memberi (Lukas 6:38).

Ketika kita mau memberi, membagi berkat-berkat Tuhan dalam hidup kita kepada orang-orang yang membutuhkan, atau orang-orang disekitar kita, ataupun pekerjaan Tuhan; Yakinlah, Tuhan tidak akan membiarkan kita kekurangan. Tuhan Allah yang senantiasa mencukupkan dan menyediakan apa yang kita perlukan.

Seperti Firman Tuhan dalam Filipi 4:19.

Mengatakan: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

Tetap percaya, tetap setia beribadah, dan jangan lupa untuk memberi. Allah yang adalah Jehovah Jireh pasti akan memelihara dan menyediakan apa yang kita perlukan.

Komitmenku hari ini

Aku percaya bahwa Tuhan adalah JEHOVA JIREH yang pasti memelihara dan menyediakan segala hal yang aku butuhkan, aku mau tetap percaya dan hidup dalam kemurahan seperti Tuhan adalah Murah hati

Tuhan Yesus memberkati.

MW – MLE

“WAKTU”

“WAKTU”

Renungan Harian Kamis, 17 Juni 2021

Kita semua hidup dalam rentang waktu. Waktu terdiri dari detik, menit, jam, bulan, tahun dll. Sebagai orang Kristen, pertanyaan bagi kita adalah bagaimana kita memandang dan mengelola waktu dipandang dari aspek Tuhan? Apa yang Tuhan ajarkan melalui Firman-Nya mengenai cara seharusnya kita mengelola waktu kita?

2 Raja-Raja 20:9-11: Yesaya menjawab: “Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?” Hizkia berkata: “Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak.” Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.

Di sini diceritakan bagaimana Tuhan menunjukkan kuasa-Nya atas jagad raya ini dengan “memundurkan waktu” sebagai tanda untuk meyakinkan raja Israel pada waktu itu, Hizkia, bahwa Tuhan akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya, sesuai dengan apa yang disampaikan melalui nabi Yesaya.

Kisah ini menggambarkan bagaimana seharusnya perspektif akan waktu dipandang dari sudut Allah.  Waktu adalah milik Tuhan. Dia yang menciptakannya dan hanya Dia pula yang bisa mengontrolnya. Manusia tidak dapat mengontrol atau mengelola waktu. Manusia tidak dapat menguasai waktu. Waktu akan datang dan pergi sesukanya dan tidak ada seorang pun yang dapat menahannya atau mengulanginya lagi. Tetapi Tuhan dapat melakukannya dan Dia akan melakukannya sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Yang dapat dilakukan oleh kita manusia adalah mengelola diri kita untuk memanfaatkan waktu yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada kita.

Prinsip utama bagi kita dalam mengelola waktu adalah:

Waktu adalah milik Tuhan yang dianugerahkan kepada kita, kita HARUS memanfaatkannya untuk kemuliaan-Nya.

Jika kita mengasihi Tuhan, tujuan hidup kita adalah untuk mengetahui rencana-Nya bagi kita. Dengan demikian obyektif hidup kita adalah cerminan dari tujuan hidup kita untuk menemukan rencana Tuhan dan menikmatinya. Sebagai konsekwensinya, jika kita sudah berkomitmen untuk mencapai sesuatu, maka segenap pemikiran, daya dan upaya kita tidak akan bisa lepas daripadanya. Tetapi, semua itu tidak ada gunanya kalau kita tidak mau untuk memulai langkah pertama dan melakukannya.

Efesus 5:15-17 mengatakan: Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Ayat ini memberikan kita petunjuk tentang bagaimana kita seharusnya menetapkan prioritas dalam hidup kita, yang pada akhirnya akan menentukan bagaimana kita mengatur kegiatan kita di dalam waktu yang kita miliki. Kita diminta untuk mempergunakan waktu kita dengan arif (bijaksana) dan tidak seperti orang bebal. Kita juga diminta untuk berhati-hati dan berusaha untuk mengerti kehendak Tuhan. Dengan demikian, kalau kita melakukan hal-hal yang bukan merupakan kehendak Tuhan, maka pekerjaan kita tersebut hanyalah menghabiskan waktu saja. Kita perlu memulai kegiatan kita setiap hari dengan pengertian yang jelas tentang apa yang Tuhan ingin kita capai hari itu. Jadwal kegiatan kita seharusnya mencerminkan satu skenario besar aktivitas kita dalam pencapaian maksud Tuhan bagi kita.

Berapa lama manusia hidup merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan. Namun yang sebenarnya bukan berapa lama kita hidup tapi apa yang sudah kita buat selama hidup di dunia ini adalah yang paling penting. Soal berapa lama kita hidup merupakan misteri yang tidak di ketahui oleh siapapun kecuali Allah Pencipta kehidupan.

Banyak orang yang telah mencapai umur panjang, namun ada juga yang umurnya singkat, bahkan anak yang baru lahir ada yang sudah menghembuskan nafas terakhir menuju kematian. Banyak orang yang umurnya panjang tapi yang dihasilkanya hanya kejahatan semata.

Jadi inti dari kehidupan adalah SELAGI ENGKAU HIDUP LAKUKAN YANG TERBAIK.

CM